ANALIS MARKET (02/3/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG pada perdagangan Jumat (27/2) kemarin ditutup sideways di 8235, disertai dengan net sell asing sebesar Rp802 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, INDF, BBNI, BBRI, dan PTRO.

Sementara itu, Wall Street tertekan signifikan pada akhir perdagangan Jumat (27/2), seiring saham sektor keuangan dan teknologi melemah. Indeks Dow Jones turun 1,05%, S&P 500 melemah 0,43%, dan Nasdaq turun 0,92%. Tekanan pasar disebabkan oleh ketidakpastian biaya dan disrupsi terkait kecerdasan buatan (AI), hadir kembali kekhawatiran tarif perdagangan, serta ketegangan geopolitik global. Data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari ekspektasi. Di sisi emiten, sektor keuangan mengalami penurunan setelah laporan bahwa sejumlah bank besar seperti Barclays, Jefferies, dan Wells Fargo berpotensi menghadapi kerugian terkait runtuhnya penyedia hipotek Inggris Market Financial Solutions Ltd. Saham Wells Fargo, Jefferies, dan Barclays yang tercatat di AS turun sekitar 4%-9,3%. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap monetisasi dan biaya AI menekan sektor chip dan perangkat lunak. Saham Nvidia melanjutkan pelemahan 4,2%, meskipun perusahaan membukukan kinerja laba yang solid. Selain itu, saham cloud Zscaler anjlok 12,2% setelah melaporkan kerugian bersih kuartal kedua yang lebih besar. Netflix melesat 13,8% setelah mundur dari persaingan akuisisi Warner Bros Discovery, sahamnya turun 2,2%. Sedangkan, Paramount Skydance melesat 20,8%. Perusahaan pembayaran Block melonjak 16,8% setelah mengumumkan pengurangan hampir separuh tenaga kerja guna mempercepat integrasi AI. Produsen komputer Dell melesat 21,9% setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan signifikan dari server berbasis AI hingga 2027F.

Di sisi lain, Bursa Asia-Pasifik mayoritas menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu (27/2), seiring pelemahan pasar saham AS sebelumnya. Penurunan Wall Street disebabkan oleh pelemahan saham Nvidia, meskipun perusahaan tersebut melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi. Bursa saham Jepang, Nikkei 225 naik 0,2%, dan Topix melesat 1,5%. Di Korea Selatan, Kospi melemah 1%, sedangkan Kosdaq naik 0,4%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,9%, S&P/ASX 200 Australia menguat 0,3%. Saham-saham yang terkoreksi, saham SK Hynix, pemasok utama memori high-bandwidth Nvidia, turun 3,5%. Samsung Electronics, mitra lama Nvidia, terkoreksi 0,7%. Sedangkan, SoftBank Group melesat 8,2%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (02/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG akan mencoba untuk tes support di 8200 dan jika kuat disana potensi short term teknikal rebound yang kemungkinan akan ditopang saham-saham komoditas seperti oil, gold. Tapi tetap hati-hati jika break under 8200, bisa koreksi dulu hingga 8050, seperti proyeksi sebelumnya. Diperkirakan Support IHSG: 8050-8200 dan Resist IHSG: 8280-8320.”

Selanjutnya disebutkan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, ANTM, ARCI, HRTA, ITMG, dan SOCI.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1700-1725, cutloss di bawah 1685. Target dekat di 1745-1775.

ANTM Spec Buy dengan area beli di 4310-4350, cutloss di bawah 4280. Target dekat di 4380-4480.

ARCI Spec Buy dengan area beli di 1850-1865, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1920-1950.

HRTA Spec Buy dengan area beli di 3170-3210, cutloss di bawah 3100. Target dekat di 3290-3340.

ITMG Spec Buy dengan area beli di 22625-22725, cutloss di bawah 22525. Target dekat di 22900-23100.

SOCI Spec Buy dengan area beli di 650-665, cutloss di bawah 635. Target dekat di 700-750.     

Disclaimer on