ANALIS MARKET (16/3/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (13/03), IHSG ditutup melemah -224,90 poin (-3,05%) ke level 7.137,21.

IHSG terus mengalami penurunan yang dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan ketegangan geopolitik global.

Di dalam negeri, pelemahan ini didorong oleh minimnya sentimen positif serta aksi ambil untung investor menjelang libur panjang Lebaran.

Kemudian, dari sisi eksternal, situasi di Timur Tengah semakin memanas seiring retorika keras antara Iran dan Amerika Serikat yang menjauhkan harapan akan de-eskalasi konflik.

Kondisi ini diperparah oleh ancaman penutupan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi global, sehingga menciptakan ketidakpastian pasar yang tinggi.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,26%), S&P 500 (-0,61%), & Nasdaq (-0,93%).

Pelemahan tersebut akibat tekanan konflik regional yang memanas serta volatilitas pasar energi.

Ketidakpastian global semakin meningkat setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan serangan besar-besaran terhadap sasaran Iran, yang mempertegas blokade Selat Hormuz dan memicu kekhawatiran akan terjadinya stagflasi global yang berkepanjangan.

Kondisi ini mendorong investor beralih ke mata uang dolar AS sebagai aset aman, yang pada akhirnya memaksa pasar merespons ulang ekspektasi suku bunga tahun 2026 serta menekan sektor-sektor sensitif kredit seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring sikap investor yang masih cenderung wait & see. Salah satu fokus utama pasar saat ini adalah memantau perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi. Investor hari ini akan mencermati rilis data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (Jan-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (16/3).