ANALIS MARKET (13/3/2026): IHSG Berpotensi Kembali Melanjutkan Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (12/3) ditutup turun 0.37%, disertai dengan net buy asing sebesar 905 Bn. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ADRO, AADI, BMRI, ITMG, dan BBCA.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street turun tajam pada penutupan perdagangan Kamis (12/3). Kenaikan harga minyak dunia di tengah gangguan pasokan akibat konflik Iran menekan sentimen pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,56%, indeks S&P 500 turun 1,52%, dan Nasdaq Composite melemah 1,78%. Tekanan tersebut terjadi seiring melonjaknya harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan, Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagai ‘alat untuk menekan musuh’. Akibatnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 9,72% menjadi US$ 95,73/bbl, dan minyak Brent naik 9,22% ke US$ 100,46/bbl. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, Angkatan Laut AS saat ini belum siap mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Namun, ia memperkirakan pengawalan tersebut kemungkinan dapat dilakukan sebelum akhir bulan. Di sisi lain, militer AS pada Selasa dilaporkan telah menenggelamkan 16 kapal Iran yang diduga menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.

Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik turun pada Kamis (12/3). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi karena investor terdampak dengan harga minyak yang melonjak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, bahkan setelah AS dan sekutunya mengumumkan pelepasan darurat cadangan minyak mentah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menenangkan pasar energi. Badan Energi Internasional (IEA) berencana untuk melepaskan 400 juta barel minyak menyusul gangguan pasokan akibat perang Iran, tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut. IEA tidak menetapkan jadwal kapan stok tersebut akan masuk ke pasar. Sementara itu, Mentergi Energi AS, Chris Wright menuturkan, AS akan melepaskan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis untuk membantu menurunkan biaya energi. Pengumuman tersebut datang setelah Presiden Donald Trump mengatakan sebelumnya pada hari itu bahwa ia akan menggunakan Cadangan Minyak Strategis untuk menekan harga energi. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,31%, Nikkei 225 Jepang merosot 1,04%, dan Topix kehilangan 1,32%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,48% dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,70%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (13/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini seiring dengan pelemahan bursa US. Diperkirakan Support IHSG: 7250-7330 dan Resist IHSG: 7400-7500.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, MBMA, BIPI, DEWA, PTBA, dan NCKL.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

ELSA Spec Buy dengan area beli di 735-745, cutloss di bawah 720. Target dekat di 780-820.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 700-725, cutloss di bawah 670. Target dekat di 740-760.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 204-216, cutloss di bawah 204. Target dekat di 226-234.

DEWA Spec Buy dengan area beli di 402-410, cutloss di bawah 398. Target dekat di 428-440.

PTBA Spec Buy dengan area beli di 2890-2910, cutloss di bawah 2860. Target dekat di 2940-2960.

NCKL Spec Buy dengan area beli di 1225-1240, cutloss di bawah 1210. Target dekat di 1260-1300.       

Disclaimer on