ANALIS MARKET (12/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id - Pada perdagangan kemarin (11/03), IHSG ditutup melemah -51,51 poin (-0,69%) ke level 7.389,40.
Pelemahan tersebut akibat minimnya berita positif dari dalam negeri serta tingginya ketidakpastian global.
Meskipun sektor otomotif memberikan angin segar melalui data Gaikindo yang mencatat kenaikan penjualan mobil sebesar 81.159 unit pada Februari 2026 (naik 12,2% secara tahunan), sentimen ini belum cukup kuat melawan tekanan eksternal.
Fokus pasar kini tertuju pada konflik AS-Iran yang membingungkan; di satu sisi Presiden Trump memberi sinyal perdamaian, namun di sisi lain militer AS justru terlihat semakin intensif, sehingga membuat investor cenderung bersikap waspada.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (- 0,61%), S&P 500 (-0,08%), & Nasdaq (+0,08%).
Pasar tampak masih penuh ketidakpastian dipicu oleh konflik di Teluk Persia yang melambungkan harga energi serta kekhawatiran inflasi.
Harga minyak mentah WTI melonjak melampaui US$87/barel menyusul serangan terhadap kapal kargo di dekat Selat Hormuz, yang dampaknya mengalahkan berita pelepasan cadangan minyak oleh IEA.
Sentimen geopolitik ini juga membayangi rilis laporan inflasi Februari sebesar 2,4% yang meski sesuai ekspektasi, justru memberi sinyal potensi penundaan pemangkasan suku bunga bank sentral.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed seiring sikap investor yang masih cenderung wait & see. Salah satu fokus utama pasar saat ini adalah memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang sangat dinamis, di mana situasi yang fluktuatif dan sulit ditebak tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar secara mendadak,” beber analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (12/3).

