ANALIS MARKET (12/3/2026): IHSG Berpotensi Kembali Melanjutkan Koreksi
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (11/3) ditutup turun 0.69%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp730 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BUMI, BBRI, DEWA dan TINS.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas turun pada penutupan perdagangan Rabu (11/3). Tekanan datang dari kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh eskalasi konflik antara AS dan Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,61%, S&P 500 melemah tipis 0,08%. Sedangkan, Nasdaq Composite naik 0,08%. West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 4% (US$ 87,25/bbl). Sementara itu, Brent Crude melonjak sekitar 4,8% (US$ 91,98/bbl). Kenaikan harga minyak terjadi meskipun International Energy Agency (IEA) mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak hingga 400 juta barel, yang menjadi pelepasan terbesar sepanjang sejarah lembaga tersebut. Pada Selasa, pasukan AS dilaporkan menenggelamkan beberapa kapal Iran, termasuk 16 kapal penebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz, setelah Teheran berupaya menanam ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut. Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan tiga kapal kargo di lepas pantai Iran, termasuk satu kapal di Selat Hormuz, terkena serangan proyektil. Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan indeks harga konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) naik 2,4% YoY pada Februari, sesuai ekspektasi. Di sisi emiten, Oracle Corporation saham perusahaan perangkat lunak melonjak sekitar 9% setelah melaporkan laba dan pendapatan Q3F yang melampaui ekspektasi.
Di sisi lain, Bursa saham Asia Pasifik bergerak bervariasi pada Rabu (11/3), karena investor masih melihat dampak meluas dari perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,59%. Sejalan, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,43%, dan indeks Topix bertambah 0,94%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,40%, sedangkan indeks Kosdaq turun 0,07%. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,24% dan Taiex Taiwan melesat 4,10%. Harga minyak, yang melonjak hingga hampir USD 120 per barel pada hari Senin di tengah kekhawatiran seputar konflik Iran, turun dari puncaknya karena para pedagang percaya bahwa sekelompok negara akan menggunakan cadangan minyak mentah darurat untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh konflik tersebut.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (12/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 7180-7300 dan Resist IHSG: 7450-7500.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ARKO, MEDC, UNTR, GOTO, ADRO, dan CDIA.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
ARKO Buy on Weakness dengan area beli di 6000-6200, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6475-6600.
MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1620-1650, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1700-1755.
UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 28600-28900, cutloss di bawah 28500. Target dekat di 29300-29625.
GOTO Spec Buy dengan area beli di 55-57, cutloss di bawah 54. Target dekat di 59-60.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2320-2350, cutloss di bawah 2300. Target dekat di 2370-2430.
CDIA Buy on Weakness dengan area beli di 800-820, cutloss di bawah 785. Target dekat di 880-895.
Disclaimer on

