ANALIS MARKET (10/3/2026): IHSG berpeluang Mengalami Teknikal Rebound
Pasardana.id - Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (09/03), IHSG ditutup melemah -248,32 poin (-3,27%) ke level 7.337,37.
IHSG kembali mengalami pelemahan akibat tekanan dari berbagai arah, mulai dari memanasnya konflik AS-Israel vs Iran yang memasuki minggu kedua hingga ketidakpastian ekonomi dalam negeri.
Kondisi ini diperparah oleh nilai tukar Rupiah yang sempat terperosok ke level 17.015 per dolar AS serta menurunnya optimisme konsumen Indonesia pada Februari 2026.
Dari sisi global, para investor juga cenderung bersikap hati-hati karena harapan akan penurunan suku bunga The Fed kini mundur ke September 2026, yang menambah daftar sentimen negatif bagi pasar saham saat ini.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,50%), S&P 500 (+0,83%), & Nasdaq (+1,38%).
Penguatan tersebut seiring meredanya kekhawatiran krisis ekonomi akibat potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Berita mengenai selesainya operasi militer terhadap Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz sukses meredam harga minyak dunia yang sempat melonjak, sehingga investor kembali percaya diri untuk memindahkan dana mereka dari sektor energi ke saham teknologi, khususnya semikonduktor seperti Broadcom dan AMD.
Dengan harga minyak yang kini lebih stabil dan laporan laba perusahaan yang masih kuat, pasar saham Amerika mulai pulih dari masa sulitnya dan siap melanjutkan tren pertumbuhan positif.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG berpeluang mengalami teknikal rebound pasca koreksi yang cukup dalam selama beberapa hari terakhir,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (10/3).

