Portofolio Pembiayaan Capai Rp74,9 Triliun, Bank Mandiri Komitmen Dorong Akselerasi Ekosistem UMKM
Pasardana.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI) mempertegas komitmennya untuk mendorong akselerasi dan pengembangan ekosistem pelaku UMKM kreatif nasional dari Sabang sampai Merauke.
Komitmen tersebut dijalankan secara berkelanjutan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem keuangan yang mendukung UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan mengatakan, UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional melalui kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, penguatan kapabilitas UMKM diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan kesempatan kerja baru.
“Kami melihat penguatan ekosistem sebagai kunci agar UMKM mampu bertumbuh secara konsisten dan berdaya saing, sejalan dengan peran kami sebagai mitra strategis pemerintah untuk memperluas ekonomi kerakyatan dan pelaku UMKM dari seluruh wilayah Tanah Air,” kata Jan Winston, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Bank Mandiri secara konsisten memperkuat kapasitas pelaku usaha di berbagai daerah melalui pembinaan terstruktur dan berkelanjutan melalui program Rumah BUMN.
Hingga saat ini, lebih dari 15.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan, dengan lebih dari 7.000 di antaranya berhasil naik kelas sebagai cerminan efektivitas program dalam mendorong peningkatan kualitas usaha, akses pasar, dan daya saing UMKM binaan.
Komitmen bank berlogo pita emas itu juga ditunjukan melalui perluasan akses pembiayaan bagi segmen UMKM.
Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp74,9 triliun
Pada saat bersamaan, untuk mendukung layanan keuangan pelaku UMKM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi Livin’ Merchant.
Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.

