BTN Targetkan Nasabah Wealth Management Naik 15 Persen Tahun 2026

Foto: Istimewa

Pasardana.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) bakal melengkapi produk dan layanan consumer banking serta meningkatkan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup hingga akselerasi bisnis nasabah.

Strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan bisnis wealth management yang ditargetkan tumbuh di level 15 persen secara tahunan pada akhir 2026.

Wakil Direktur Utama BBTN, Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, perseroan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi bank yang relevan di setiap fase perjalanan finansial nasabah, termasuk nasabah di Surabaya.

BTN pada tahun kuda api ini, lanjut Oni, akan melanjutkan langkah inovasi yang progresif dengan meningkatkan diversifikasi produk untuk menjawab kebutuhan nasabah.

"BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem," jelas Oni dalam acara Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Surabaya, dikutip Jumat(27/2/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Network & Retail Funding BBTN, Rully Setiawan menjelaskan, hingga akhir 2025, segmen wealth management telah tumbuh double digit termasuk nilai dana kelolaan (Assets Under Management/AUM).

Dengan kinerja tersebut, BTN meraih pertumbuhan fee based income (FBI) dari bisnis wealth management mencapai 60 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Desember 2025.

"Saat ini jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional dengan target pertumbuhan sekitar 15 persen tahun ini," tutur Rully.

Rully merinci berbagai strategi yang disiapkan BTN untuk meningkatkan kenyamanan nasabah wealth management di BTN yakni dengan memperkuat opsi investasi di perseroaan.

BTN juga mengakselerasi kapabilitas aplikasi Bale yang kini menjadi platform transaksi dan investasi terpadu bagi nasabah.

Melalui Bale, nasabah juga dapat mengakses berbagai kebutuhan finansial mulai dari transaksi harian, pembiayaan, sekaligus menjadi fondasi rencana pengembangan fitur baru seperti cicilan emas dan layanan investasi lainnya.

Rully menambahkan, untuk melengkapi ekosistem tersebut, BTN juga mempercepat strategi beyond mortgage dengan akan menghadirkan berbagai produk consumer banking seperti; kartu kredit, buy now pay later, serta kredit kendaraan bermotor, sehingga kebutuhan finansial nasabah dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh.

Penguatan bisnis wealth management tersebut, menurut Rully, juga berjalan beriringan dengan komitmen BTN dalam mendorong nasabah untuk bertumbuh, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.

Pasalnya, seiring perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking.

Dengan pendekatan ini, BTN tidak hanya mengelola dana nasabah, tetapi juga berperan aktif memastikan nasabah bertumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal.

"Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan," ujar Rully.