ANALIS MARKET (24/2/2026): IHSG Masih Memiliki Peluang Koreksi Terbatas
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (23/2) ditutup naik 1.5%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.1 Triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, ANTM, TINS dan TLKM.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (23/2). Di tengah kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor industri serta kebijakan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump. Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,66%, Nasdaq Composite turun 1,13%, dan S&P 500 melemah 1,04%. Penurunan Dow Jones terutama disebabkan oleh pelemahan saham IBM sebesar 13%, menyusul pengumuman perusahaan AI Anthropic mengenai kemampuan pemrograman baru produk Claude Code. Tekanan juga terhadap Microsoft turun 3%, dan CrowdStrike melemah hampir 10%. Selain itu, saham American Express turun 7%, dan Mastercard turun hampir 6%. Sedangkan, Walmart dan Procter & Gamble masing-masing naik lebih dari 2%. Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan tarif Trump kembali membebani pasar. Setelah pekan lalu Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang diajukan pemerintah, Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan menaikkan tarif bagi negara-negara yang dinilai ‘bermain-main’ dalam perdagangan.
Di sisi lain, Pasar saham Asia bervariasi pada Senin (23/2), sementara dolar AS melemah, seiring investor menunggu kejelasan kebijakan tarif AS. Sentimen pasar juga dibayangi hasil kinerja raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menguji optimisme terhadap kenaikan sektor kecerdasan buatan pekan ini. Kebingungan muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat Presiden Donald Trump. Trump kemudian mengumumkan tarif baru 10% untuk seluruh dunia sebelum menaikkannya menjadi 15%, langkah yang disebut-sebut bahkan mengejutkan sebagian pejabatnya sendiri. Belum jelas kapan tarif tersebut diberlakukan, produk apa saja yang dikecualikan, serta apakah semua negara akan dikenakan tarif 15%. Sebelumnya, beberapa negara seperti Inggris dan Australia dikenakan tarif 10%, sementara sejumlah negara Asia menghadapi tarif lebih tinggi. Bursa Jepang tutup karena libur. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7%, Hang Seng Hong Kong melesat 2,5%. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,6%.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (24/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 8450. Tapi hati-hati jika belum break di atas level, tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas. Diperkirakan Support IHSG: 8320-8350 dan Resist IHSG: 8450-8500.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BRMS, ANTM, BIPI, PTRO, MBMA, dan VKTR.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
BRMS Spec Buy dengan area beli di 1040-1060, cutloss di bawah 1020. Target dekat di 1080-1130.
ANTM Spec Buy dengan area beli di 4350-4390, cutloss di bawah 4320. Target dekat di 4420-4500.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 264-274, cutloss di bawah 260. Target dekat di 280-290.
PTRO Spec Buy dengan area beli di 7050-7125, cutloss di bawah 7000. Target dekat di 7225-7325.
MBMA Spec Buy dengan area beli di 860-875, cutloss di bawah 850. Target dekat di 910-950.
VKTR Spec Buy dengan area beli di 1025-1045, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1080-1135.
Disclaimer on

