ANALIS MARKET (18/2/2026): Antisipasi Peningkatan Volatilitas Harga dan Yield SBN Berdenominasi Rupiah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income BNI Sekuritas menyebutkan, harga Surat Utang Negara (SUN) ditutup menguat pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu.

Berdasarkan data PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0109) turun sebesar 4 bp ke level 5,67%, sementara yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0108) turun sebesar 4 bp ke level 6,38%.

Berdasarkan data Bloomberg, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) juga turun sebesar 2 bp menjadi 6,40%.

Volume transaksi SBN secara outright traded tercatat sebesar Rp24,7 triliun di hari Jumat, lebih rendah dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp26,3 triliun.

FR0109 dan FR0090 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing - masing sebesar Rp3,8 triliun dan Rp2,5 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp4,5 triliun.

Di sisi lain, Investor asing mencatatkan jual neto di pasar saham sebesar Rp3,4 triliun pada periode 9–12 Februari 2026.

Di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk periode yang sama investor asing mencatatkan beli neto transaksi sebesar Rp14,2 triliun.

Sementara itu di pasar SBN, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp7,5 triliun pada periode 9-11 Februari 2026.

Dengan demikian, secara agregat total net flow investor asing pada periode 9–12 Februari 2026 diperkirakan beli neto sebesar Rp3,2 triliun.

Secara kumulatif sejak awal tahun 2026 hingga 12 Februari 2026, investor asing mencatatkan jual neto sebesar Rp14,5 triliun di pasar saham, beli neto sebesar Rp4,2 triliun di pasar SBN (untuk SBN per 11 Februari 2026), serta beli neto sebesar Rp27,94 triliun di pasar SRBI. (BI, DJPPR, IDX)

Pekan lalu, Bank Indonesia menyelenggarakan dua kali lelang SRBI (11 Februari dan 13 Februari) dengan total nominal awarded secara agregat Rp45,0 triliun (Rp30,0 triliun + Rp15,0 triliun), lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang dilakukan melalui dua kali lelang (4 Februari dan 6 Februari) dengan nominal penyerapan secara agregat Rp37,0 triliun.

Untuk tenor 12 bulan, WAY SRBI tercatat di 5,04% pada lelang 13 Februari, meningkat ±1bp dibandingkan lelang pada 6 Feb 2026.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah sebesar 0,05%, bergerak dari level Rp16.828/US$ di hari Kamis menjadi Rp16.836/US$ di hari Jumat.

Sementara itu, indikator global kembali menunjukkan sentimen yang mixed bagi pasar obligasi.

Yield curve US Treasury (UST) 5-tahun 10-tahun masing-masing turun sebesar 6bp dan 5bp dari hari sebelumnya menjadi 3,61% dan 4,04%.

Sedangkan Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia melanjutkan peningkatan sebesar 1bp menjadi 82bp.

Secara week-over-week, yield curve UST 10-tahun mencatatkan penurunan sebesar 18bp, CDS 5-tahun Indonesia meningkat 4bp, dan Rupiah menguat 0,24% terhadap US$.

Dengan kondisi indikator yang cenderung mixed tersebut, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) mencatatkan penurunan mingguan sebesar 4bp menjadi 6,40%.

Bursa pasar modal AS libur pada hari Senin 16 Februari 2026 untuk memperingati President’s Day dan dibuka kembali pada 17 Februari 2026.

Per pagi ini, yield curve UST 5-tahun dan 10-tahun mengalami peningkatan sebesar 2bp dan 1bp dari penutupan sebelumnya menjadi 3,63% dan 4,04%. Sementara itu, CDS 5-tahun Indonesia bertahan di 82bp.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia akan melaksanakan lelang SUN pada tanggal 18 Februari 2026 dengan target indikatif sebesar Rp33 triliun dan target maksimal 150% dari target indikatif.

Pada lelang SUN sebelumnya tanggal 3 Februari 2026, total incoming bid mencapai Rp76,6 triliun dengan awarded bid sebesar Rp36,0 triliun.

Menilai situasi pasar terkini, kami memperkirakan total incoming bid pada lelang hari ini akan berada di kisaran Rp65-85 triliun.

“Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, BNI Sekuritas mengantisipasi peningkatan volatilitas harga dan yield Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi Rupiah. Kami memproyeksikan weekly range untuk yield SUN 10-tahun pada periode 18 – 20 Februari 2026 di kisaran 6,19%-6,44%. Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0096, FR0100, FR0103, FR0108, FR0098, FR0106,” sebut Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe dalam riset Rabu (18/2).