See More

03 November 2026, 17:06

03 November 2026, 17:03

03 November 2026, 16:30

03 November 2026, 16:02

03 November 2026, 15:30

03 November 2026, 15:24
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 210,29 poin, atau sekitar 3,59 persen, pada Selasa (3/11/2026), menjadi 5.648,79.
Volume perdagangan tipis hanya mencapai 192,4 juta saham senilai 14,1 triliun won atau sekitar US$10,5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 656 berbanding 220.
Angka indeks anjlok dipicu aksi jual yang dilakukan para investor terhadap saham sektor teknologi dipicu mencuatnya kekhawatiran terjadinya investasi pengembangan AI secara berlebihan.
“Kekhawatiran terhadap profitabilitas investasi terus berlanjut. Penurunan tajam saham mikrochip di pasar modal Amerika Serikat membebani pasar modal Korea,” jelas Kim Seok-Hwan, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 1,5 triliun won dan 511,7 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 1,7 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 4,15 persen dan 5,03 persen. Saham SK Square yang merupakan induk perusahaan SK Hynix melemah 5,37 persen. Saham Samsung Electro-Mechanics yang merupakan anak perusahaan Samsung Electronics terjun 7,38 persen.
Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing merosot 3,65 persen dan 3,03 persen. Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing terjun 9,36 persen dan 11,77 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.341 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Hari Budaya. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,72 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 30,3 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 8.886,8. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 29,93 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 3.608,1. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 132,65 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 23.525,97.