See More

29 Oktober 2026, 09:04

29 Oktober 2026, 09:01

29 Oktober 2026, 08:50

29 Oktober 2026, 08:42

29 Oktober 2026, 08:37

29 Oktober 2026, 08:32
BNLI|pt bank permata tbk|permata bank|program CERITA|Wealth Wisdom 2026|kinerja perusahaan
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id – PT Bank Permata Tbk (IDX: BNLI) membukukan laba bersih Rp2,6 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Di tengah ketidakpastian global, penyaluran kredit perseroan tumbuh 10,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp172,9 triliun.
Dalam periode Januari–September 2026, Permata Bank mencatatkan total pendapatan Rp9,2 triliun.
Total aset juga meningkat 2,9% YoY menjadi Rp277,2 triliun per akhir September 2026.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan perseroan menjaga fundamental bisnis melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat.
“Hal ini menjadi landasan bagi Permata Bank untuk menjaga ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Meliza dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10).
Dari sisi pendanaan, rasio loan-to-deposit ratio (LDR) mencapai 92,1%, naik dari 80,9% pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, dana murah atau current account and savings account (CASA) berkontribusi 56,4% terhadap total dana pihak ketiga (DPK).
Likuiditas perseroan tetap memadai, tercermin dari liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 238,9% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 120% per akhir September 2026.
Dari total kredit yang disalurkan, pembiayaan kepada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp6,9 triliun, tumbuh 16,6% YoY.
Kualitas aset juga membaik.
Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,1% dari 2,2% pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, rasio loan at risk (LAR) menyusut menjadi 5,8% dari sebelumnya 7%.
Permata Bank turut mempertahankan permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 32,5% dan common equity tier 1 (CET-1) sebesar 24,5%.
Posisi ini memberikan ruang bagi perseroan untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Di segmen syariah, unit usaha syariah (UUS) Permata Bank mencatatkan laba operasional sebelum penyisihan sebesar Rp631 miliar, tumbuh 5,4% YoY.
Pendanaan UUS mencapai Rp27,2 triliun, meningkat 1% YoY, sedangkan dana wadiah tumbuh 4,3% menjadi Rp3,1 triliun.
Perseroan juga memperluas layanan keuangan syariah melalui fitur investasi emas pada platform Permata ME.
Selain memperkuat bisnis, Permata Bank melanjutkan program literasi keuangan melalui Wealth Wisdom 2026 yang digelar di tujuh kota serta program CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) di 24 kota.
Program CERITA tahun ini menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat dengan melibatkan karyawan sebagai relawan edukasi.
Meliza menegaskan, melalui aspirasi Bank for Family dan semangat Growing Together, Permata Bank berupaya menjadi mitra finansial tepercaya bagi nasabah, baik untuk kebutuhan pribadi, keluarga, maupun bisnis.