See More

29 Oktober 2026, 09:04

29 Oktober 2026, 09:01

29 Oktober 2026, 08:50

29 Oktober 2026, 08:42

29 Oktober 2026, 08:37

29 Oktober 2026, 08:32
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/10). Sentimen positif dari pengajuan IPO perusahaan AI Anthropic mendorong kenaikan saham-saham teknologi dan terkait AI. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,28%; S&P 500 menguat 0,70%; dan Nasdaq Composite bertambah 0,83%. Anthropic mengungkapkan kerugian besar sekaligus pertumbuhan pendapatan yang solid dalam dokumen pengajuan IPO di AS. Perseroan menyatakan ambisinya membangun sistem AI yang berpotensi mengubah perekonomian global, meskipun pengembangan teknologinya membutuhkan biaya besar. Di sisi emiten, saham Lumentum menguat sekitar 8%, dan Coherent naik sekitar 6%. Sementara, Meta Platforms turun 1,9% setelah perseroan menyatakan berencana menghimpun dana ekuitas hingga US$ 95 miliar untuk membiayai ekspansi terkait AI, termasuk pusat data, kapasitas komputasi awan, dan infrastruktur lainnya. Dari sisi kebijakan moneter, pasar menantikan keputusan suku bunga The Fed pada Rabu (28/10). Selain keputusan bank sentral, investor juga menantikan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS pada Kamis (29/10), serta laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar; termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon.com.
Di sisi lain, Bursa saham Asia Sebagian besar terkoreksi pada perdagangan Senin (26/10), di tengah koreksi harga minyak dunia dari level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Investor juga mencermati serangkaian pertemuan bank sentral dan laporan kinerja perusahaan teknologi besar yang akan menguji optimisme pasar terhadap sektor AI. Indeks Nikkei Jepang 225 naik 0,18%; sedangkan Topix turun 0,80%. Di Korea Selatan, indeks KOSPI melemah 1,5%; dan KOSDAQ anjlok 3,3%. Sementara, Hang Seng Hong Kong menguat 0,5%; TAIEX Taiwan melemah 1,8%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,2%. Pergerakan tersebut terjadi di tengah laporan kunjungan mediator Qatar ke Teheran untuk mengupayakan penurunan ketegangan kawasan melalui koordinasi dengan AS. Sebelumnya, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi meningkat dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak. Di sisi Australia, pelaku pasar menanti data inflasi konsumen 3Q26 yang dijadwalkan rilis pada Rabu (28/10), sehingga akan menjadi petunjuk bagi Reserve Bank of Australia (RBA) dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.
Sementara itu, IHSG kemarin (26/10) ditutup turun 1.22%, masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.03 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TLKM, BBCA, BBRI dan ANTM.
“Kemarin IHSG bertahan di support di 5350, sehingga ada potensi untuk teknikal rebound. Tapi hati-hati jika IHSG break di bawah 5300, IHSG potensi melanjutkan koreksi mengarah kembali ke 5000-an. Diperkirakan Support IHSG: 5300-5350 dan Resist IHSG: 5400-5450,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (27/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: SMGR, ISAT, PTBA, TINS, AMRT, dan HMSP.
Berikut ini trading plan-nya:
SMGR Buy on Weakness dengan area beli di 1425-1465, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1490-1520.
ISAT Spec Buy dengan area beli di 1660-1700, cutloss di bawah 1650. Target dekat di 1740-1800.
PTBA Spec Buy dengan area beli di 3170-3220, cutloss di bawah 3150. Target dekat di 3260-3360.
TINS Spec Buy dengan area beli di 3760-3800, cutloss di bawah 3740. Target dekat di 3840-3920.
AMRT Spec Buy dengan area beli di 1010-1045, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1070-1100.
HMSP Spec Buy dengan area beli di 630-640, cutloss di bawah 630. Target dekat di 655-675.
Disclaimer on