See More

27 Oktober 2026, 21:07

27 Oktober 2026, 20:51

27 Oktober 2026, 20:18

27 Oktober 2026, 20:07

27 Oktober 2026, 19:54

27 Oktober 2026, 19:43
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari Senin (26/10/2026), didorong oleh kebangkitan saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) setelah Anthropic mengajukan dokumen penawaran umum perdana (IPO).
Indeks S&P 500 naik 0,70% menjadi 7.676,77, Nasdaq Composite menguat 0,82% menjadi 26.169,38, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,28% menjadi 52.361,58.
Saham Nvidia naik 2,39%, Micron menguat 2,98%, AMD naik 2,8%, dan Tesla melonjak 5,2% setelah Barclays menaikkan rekomendasinya menjadi Overweight.
Kenaikan ini meredakan tekanan terhadap saham-saham teknologi yang telah berlangsung selama dua minggu terakhir, meskipun para investor masih mencermati tingginya biaya pengembangan infrastruktur AI.
SENTIMEN PASAR: Sentimen pasar cenderung positif, namun masih dibayangi oleh ketidakpastian mengenai keberlanjutan valuasi perusahaan-perusahaan AI. Pengajuan IPO oleh Anthropic kembali memicu minat investor di sektor ini, meskipun perusahaan tersebut mencatat kerugian bersih sebesar US$80,7 miliar pada paruh pertama tahun ini, dengan pendapatan mencapai sekitar US$16,3 miliar. Pasar juga menyoroti besarnya kebutuhan pendanaan dalam industri AI serta risiko bahwa investasi infrastruktur yang terus meningkat belum tentu menghasilkan imbal hasil yang sepadan. Laporan laba Alphabet dan Microsoft pada hari Rabu, serta Amazon pada hari Kamis, akan menjadi indikator penting untuk menilai pertumbuhan pendapatan dan efektivitas pengeluaran AI oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar.
GEOPOLITIK: Arab Saudi dan Iran mengadakan pembicaraan di Teheran untuk meredakan ketegangan bilateral, dengan melibatkan pejabat dari Pakistan dan Turki. Pertemuan ini berlangsung di tengah serangan berulang oleh kelompok Houthi—yang bersekutu dengan Iran—terhadap Arab Saudi, sehingga risiko terhadap fasilitas produksi, pengolahan, dan ekspor minyak tetap menjadi perhatian. Di sisi lain, Amerika Serikat mengizinkan pelepasan hingga 400.000 barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve) untuk mengatasi gangguan pasokan di sebuah kilang minyak di Louisiana. Perkembangan diplomatik membantu meredakan kekhawatiran pasar, namun risiko gangguan pasokan energi belum sepenuhnya hilang.
REGULASI & KEBIJAKAN: Federal Reserve dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Rabu (28/10/26), setelah pertemuan selama dua hari. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan, sehingga perhatian beralih pada pernyataan kebijakan dan konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan selanjutnya. Analis Deutsche Bank menilai bahwa sikap bank sentral kemungkinan tetap hawkish karena tekanan inflasi masih dapat mendorong pengetatan kebijakan dalam jangka menengah. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini di bulan Desember berada di kisaran 73%. Sementara itu, Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa (ECB) juga menarik perhatian investor menjelang keputusan kebijakan masing-masing.
PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis ke level 101,9, mengakhiri pelemahan selama dua minggu berturut-turut menjelang keputusan The Fed. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran JPY156,7 per Dolar AS, mendekati level terkuatnya dalam lima minggu terakhir. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun naik 6 basis poin (bps) menjadi 4,75%, sementara imbal hasil tenor 10 tahun turun tipis ke 4,99% setelah mengalami penurunan selama tiga minggu berturut-turut. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 2 tahun naik 2 bps menjadi 1,88%, sedangkan tenor 10 tahun bertahan di kisaran 2,8%, mendekati level terendahnya sejak awal Agustus.
PASAR EROPA & ASIA: Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,7%, didorong oleh lonjakan lebih dari 10% pada saham Computacenter setelah perusahaan tersebut meningkatkan proyeksi kinerjanya berkat permintaan yang kuat terkait kecerdasan buatan (AI). Indeks DAX 40 Jerman menguat sekitar 0,9% menjadi 25.411, sementara indeks CAC 40 Prancis naik 0,8% menjadi 7.847. Indeks STOXX Europe 600 naik 0,77% menjadi 640,66. Para investor juga tengah mencermati keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) serta serangkaian laporan laba perusahaan minggu ini.
-Pasar saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,8% menjadi 62.190, melanjutkan pelemahan selama tiga minggu berturut-turut. Indeks Shanghai Composite naik 0,19% menjadi 3.697,5, sementara indeks Shenzhen Component melemah 1,19% menjadi 11.534,4. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,5% menjadi 23.212, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan turun lebih dari 1% menjadi 5.469 menjelang rilis laporan laba SK Hynix dan Samsung Electronics. Indeks BSE Sensex India naik 0,7% menjadi 73.606,8, sementara indeks Straits Times Singapura turun 0,1% menjadi 5.416.
KOMODITAS: Harga komoditas bergerak bervariasi. Minyak Brent turun 1,21% menjadi US$115,30/barel, sementara WTI melemah 1,46% menjadi US$101,76/barel di tengah upaya diplomatik antara Arab Saudi dan Iran. Emas naik 0,52% menjadi US$4.017/ounce setelah sempat menyentuh level terendahnya dalam lebih dari tiga bulan pada hari Jumat. Tembaga menguat 0,53%, namun masih berada di bawah US$654,20/lb. Batu bara turun 0,63% menjadi US$149,75/ton, meskipun masih berada di dekat level tertinggi dalam tiga tahun akibat tingginya harga LNG. Minyak kelapa sawit Malaysia melemah 0,63% menjadi MYR4.558/ton, timah naik 0,99% menjadi US$51.017/ton, sementara nikel turun 1,81% menjadi US$15.561/ton akibat kelebihan pasokan global dan permintaan yang masih lesu.
AGENDA HARI INI:
-Korea Selatan (KR): Indeks Keyakinan Konsumen Oktober; Estimasi Awal Pertumbuhan PDB (QoQ) Kuartal III; Estimasi Awal Pertumbuhan PDB (YoY) Kuartal III.
-Prancis (FR): Indeks Keyakinan Konsumen Oktober.
-Spanyol (ES): Tingkat Pengangguran Kuartal III.
-Amerika Serikat (AS): Izin Mendirikan Bangunan (MoM) - Final September; Perubahan Tenaga Kerja ADP (Mingguan).
INDONESIA: Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% dan Lending Facility pada 6,50%, serta menaikkan Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 21–22 Oktober 2026. BI memperkuat insentif Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dengan menurunkan biaya lindung nilai (hedging) hingga 45%, yang mendukung aliran masuk dana sebesar US$9,9 miliar selama periode Juni–Oktober 2026. Untuk menjaga likuiditas, BI secara bertahap menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank umum konvensional dari 9% menjadi 7% pada November–Desember 2026, dengan potensi tambahan likuiditas sebesar Rp190 triliun, di tengah tekanan keluarnya modal (capital outflow) pasca-evaluasi MSCI. BI juga mendorong substitusi impor energi melalui biodiesel B50 dan etanol E20, memperluas transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dengan 6–7 negara mitra senilai US$55 miliar, serta mengembangkan kerja sama QRIS lintas negara yang kini mencakup tujuh negara.
-Sementara itu, Danantara menargetkan penutupan 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2026, setelah merestrukturisasi 364 perusahaan dalam 18 bulan terakhir, dengan target laba bersih BUMN mencapai Rp360 triliun. Restrukturisasi ini dilakukan melalui penurunan nilai aset (impairment) sebesar Rp135 triliun, serta melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola. Secara keseluruhan, BI menegaskan bahwa stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas, sembari menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi agar tetap sesuai sasaran, yakni 2,5±1% pada periode 2026–2027. Di sisi lain, restrukturisasi BUMN diharapkan dapat memperkuat kinerja serta kapasitas investasi Danantara dalam jangka panjang.
-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,22% ke level 5.373,09 pada perdagangan hari Senin (26/10/2026). Investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp2,03 triliun di pasar reguler dan Rp1,85 triliun di seluruh pasar, sementara transaksi tunai dan negosiasi mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp172,12 miliar. Secara akumulatif, nilai jual bersih asing sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) telah mencapai Rp124,22 triliun. Tekanan jual asing terbesar terjadi pada saham BMRI, TLKM, BBCA, BBRI, ANTM, ITMG, CUAN, TINS, BBNI, dan ENRG. Di sisi lain, aliran masuk (inflow) asing terbesar tercatat pada saham BRIS, BRPT, MEDC, EMAS, SMGR, PWON, CTRA, ESSA, DMAS, dan CPIN. Di pasar valuta asing, nilai tukar Rupiah melemah hingga melampaui level Rp18.100 per Dolar AS; pelemahan ini terjadi selama empat sesi berturut-turut dan membawa Rupiah ke level terendahnya sejak akhir Juli.
-Secara teknikal, IHSG mulai terkoreksi setelah sempat menguat signifikan dari titik terendahnya. Indikator RSI (14) bergerak turun ke level 33,7. IHSG berpotensi menguji level support terdekat di 5.317. Jika level ini tertembus, IHSG dapat melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di 5.278 atau 5.185. Sebaliknya, jika IHSG mampu bertahan di atas level 5.317, indeks berpeluang kembali bergerak menuju rentang resistance di 5.422 / 5.455 dan 5.491 (EMA10).
“Para investor disarankan untuk tetap berhati-hati, menerapkan strategi buy on weakness secara selektif, serta menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum melakukan akumulasi secara lebih agresif,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Selasa (27/10).