Paramount Land Perkuat Konsep Kota Mandiri, Dorong Nilai Investasi Properti Jangka Panjang
Oleh: Adi

foto: dok. Paramount Land
Pasardana.id- Paramount Land terus memperkuat pengembangan kota mandiri melalui konsep integrated living yang mengintegrasikan hunian, kawasan komersial, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas gaya hidup dalam satu kawasan.
Pendekatan ini menjawab kebutuhan masyarakat urban yang semakin mempertimbangkan kenyamanan, konektivitas, serta potensi investasi properti jangka panjang.
Selama dua dekade, Paramount Land mengembangkan Paramount Gading Serpong sebagai kawasan terpadu dengan tagline “Everything is Here” dan filosofi “A Complete City within Reach”.
Kawasan ini kini dihuni hampir 120.000 penduduk dengan 38 klaster hunian.
Sementara itu, bulevar utamanya mencatat lalu lintas lebih dari 15.000 kendaraan per jam, mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi dan sosial.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave mengatakan, konsumen properti kini tidak hanya mempertimbangkan bangunan, tetapi juga konektivitas, kelengkapan fasilitas, kenyamanan aktivitas sehari-hari, dan potensi kenaikan nilai investasi.
“Kami tidak hanya membangun kota yang terisi, tetapi kota yang terkoneksi, tumbuh, dan memberikan nilai berkelanjutan bagi semua yang tinggal dan berinvestasi di dalamnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Untuk memperkuat ekosistem komersial, Paramount Land mengembangkan Victoria Central District seluas 6 hektare sebagai pelengkap Pasadena Central District seluas 40 hektare di Gading Serpong.
Perusahaan juga memperluas konektivitas kawasan melalui kolaborasi dengan Sinar Mas Land dan Summarecon Serpong untuk membangun akses penghubung menuju BSD City.
Selain itu, Paramount Land mengintegrasikan lini bisnis properti, layanan kesehatan Bethsaida Healthcare, dan perhotelan Parador Hotels & Resorts guna mendukung pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan.
Pengembangan kota mandiri juga dilakukan melalui Paramount Petals, kawasan seluas sekitar 400 hektare di koridor barat Jakarta.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay menyebutkan, modifikasi pintu keluar di KM 25 ruas Tol Jakarta-Tangerang yang terintegrasi dengan kawasan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026, setelah memasuki tahap finalisasi uji layak operasi.
Pada Februari 2026, Paramount Land juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk penjajakan jalur MRT Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja sepanjang sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun.
Selain konektivitas, Paramount Land mengedepankan pengelolaan kawasan, konsep smart living, dan keberlanjutan sebagai faktor pendukung nilai properti.
Melalui Paramount Township Management, pemeliharaan dan peningkatan kualitas kawasan dilakukan secara berkelanjutan.
Konsep “10 Minute City Living” diterapkan di Pasadena Central District agar kebutuhan harian penghuni dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit.
Sementara itu, sejumlah kawasan komersial dilengkapi CCTV dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik, sedangkan hunian seperti Grand Pasadena Village, Matera, dan Menteng Grand menawarkan fitur smart door lock, smart home system, dan panel surya.
Melalui pengembangan Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals, Paramount Land menegaskan komitmennya membangun kota mandiri yang menggabungkan kenyamanan tinggal, kemudahan akses, aktivitas ekonomi, dan infrastruktur modern.
Integrasi berbagai fasilitas serta pengelolaan jangka panjang menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni sekaligus memperkuat daya tarik investasi properti di tengah perubahan kebutuhan masyarakat urban.





