See More

26 Oktober 2026, 09:19

26 Oktober 2026, 08:54

26 Oktober 2026, 08:49

26 Oktober 2026, 08:37

26 Oktober 2026, 08:34

26 Oktober 2026, 08:26
Initial Public Offering (IPO)|Bursa Efek Indonesia (BEI)|pipeline ipo|Rights Issue|aksi korporasi|obligasi
Oleh: Harry

Pasardana.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan telah melantai di pasar saham hingga 23 Oktober 2026 dengan total dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) mencapai Rp2,16 triliun.
Namun, proses pencatatan saham masih berlanjut dengan sembilan perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO.
Berdasarkan klasifikasi aset, dari sembilan calon emiten tersebut, satu perusahaan masuk kategori aset skala kecil, lima perusahaan skala menengah, dan tiga perusahaan skala besar.
Mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, perusahaan dengan aset di bawah Rp50 miliar tergolong skala kecil, aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar masuk kategori menengah, sedangkan aset di atas Rp250 miliar tergolong skala besar.
Dari sisi sektor, pipeline IPO didominasi sektor healthcare dengan empat perusahaan.
Selanjutnya, masing-masing dua perusahaan berasal dari sektor basic materials dan energy, serta satu perusahaan dari sektor financials.
Di pasar surat utang, BEI telah menerbitkan 149 emisi dari 66 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp151,95 triliun.
Sementara itu, terdapat 25 emisi dari 16 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline.
Sektor infrastructures mendominasi dengan lima emisi, disusul sektor financials sebanyak empat emisi dan energy sebanyak tiga emisi.
Adapun sektor basic materials mencatat dua emisi.
Sementara itu, sektor industrials dan properties & real estate masing-masing memiliki satu emisi dalam pipeline.
Di sisi lain, penghimpunan dana melalui aksi korporasi rights issue juga terus berlangsung.
Hingga 23 Oktober 2026, sebanyak 16 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue dengan total nilai mencapai Rp37,35 triliun.
BEI juga masih mencatat satu perusahaan dalam pipeline rights issue, yang berasal dari sektor properties & real estate.
Data tersebut menunjukkan bahwa pipeline penghimpunan dana di pasar modal Indonesia masih mencakup tiga jalur utama, yakni pencatatan saham perdana, penerbitan surat utang dan sukuk, serta penambahan modal melalui rights issue.