See More

29 Oktober 2026, 09:04

29 Oktober 2026, 09:01

29 Oktober 2026, 08:50

29 Oktober 2026, 08:42

29 Oktober 2026, 08:37

29 Oktober 2026, 08:32
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (23/10), IHSG ditutup menguat +51,35 poin (+0,95%) ke 5.439,26.
Penguatan IHSG terutama didorong respons positif investor terhadap rencana BEI mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari indeks, yang dinilai dapat meningkatkan transparansi dan kualitas pasar.
Disaat yang sama, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% juga direspon positif.
Secara mingguan, IHSG berhasil melonjak +4,90%, mencerminkan pemulihan setelah tekanan akibat kekhawatiran atas rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar Indonesia menjadi standalone market.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-1,23%), S&P 500 (-0,52%), & Nasdaq (-0,21%).
Pelemahan tersebut akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek belanja kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi tidak sebesar ekspektasi, sehingga menekan prospek pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
Tekanan juga datang dari ancaman persaingan baru di sektor telekomunikasi setelah SpaceX dikabarkan berencana memasuki pasar operator nirkabel AS, serta kenaikan harga minyak yang meningkatkan risiko inflasi dan biaya operasional.
Di sisi lain, investor cenderung berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan emiten dan pertemuan Federal Reserve di tengah ketidakpastian arah suku bunga.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan adanya ruang terjadi profit taking pasca kenaikan beberapa hari terakhir,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (26/10).