Permata Bank Tutup Wealth Wisdom 2026, Perkuat Strategi Kelola Kekayaan Lintas Generasi
Oleh: Harry

Foto : istimewa
Pasardana.id – PT Bank Permata Tbk (IDX: BNLI) menutup rangkaian Wealth Wisdom 2026 di Jakarta setelah menyelenggarakan 16 kelas edukasi pengelolaan kekayaan di tujuh kota pada 21 Agustus–22 Oktober 2026.
Mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience”, program tahunan ke-12 ini mengajak nasabah memahami kekayaan secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan aset, pengelolaan risiko, keseimbangan hidup hingga keberlanjutan kekayaan lintas generasi.
Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan pasar, pengelolaan kekayaan membutuhkan strategi adaptif yang selaras dengan profil risiko serta tujuan jangka panjang.
Hal ini juga mencakup keberlanjutan bisnis, kebutuhan keluarga, dan kesiapan generasi penerus.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo dalam acara di Jakarta, Kamis (22/10) mengatakan, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan investasi, peningkatan produktivitas, pengembangan ekspor bernilai tambah, serta efisiensi logistik.
Dradjad juga mengajak investor domestik untuk lebih percaya diri terhadap fundamental ekonomi dan pasar modal Indonesia, sekaligus menjadikan investasi dan perdagangan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Di kesempatan yang sama, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan Wealth Wisdom merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendampingi nasabah menghadapi perubahan dan memenuhi kebutuhan finansial di setiap tahap kehidupan.
“Melalui edukasi dan pendampingan yang relevan, kami ingin membangun hubungan yang bermakna, memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang, dan hadir sebagai mitra di setiap tahap perjalanan kehidupan nasabah,” ujar Eddie.
Wealth Wisdom 2026 digelar di Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta.
Pada kota penutup, program ini menghadirkan empat kelas yang membahas ekonomi dan investasi, kepemimpinan berintegritas, kesehatan dan perlindungan, serta pengembangan bisnis melalui jejaring.
Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Dino Patti Djalal, Josua Pardede, Lai Eu-Roy, Yozua Makes, dr. Gia Pratama, Susi Pudjiastuti, dan Arief Wana.
Seluruh rangkaian mengacu pada enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments, yang mencakup kebiasaan finansial, tujuan hidup, kesehatan, hubungan, kontribusi sosial, serta pengalaman bermakna.
Acara Jakarta turut menghadirkan Wealth Bazaar, Permata Bank Experience Corner, dan Sustainability Corner.
Perkuat Layanan Wealth Management Personal
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam, Permata Bank memadukan pendampingan personal melalui Relationship Manager (RM) dengan teknologi digital.
Salah satunya melalui Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan transaksi investasi berbasis hybrid yang menggabungkan pendampingan RM dengan otorisasi digital langsung oleh nasabah.
Eddie menegaskan, pengelolaan kekayaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga menjaga nilai kekayaan, mengelola risiko, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga, bisnis, dan generasi berikutnya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui Future Leaders Journey Shanghai 2026 dalam program Permata Masa Depan.
Program ini memberikan kesempatan kepada putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun yang memenuhi ketentuan untuk memperluas wawasan mengenai pendidikan, bisnis, dan kepemimpinan.
Peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Fudan University, Shanghai Normal University, dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University, serta kunjungan bisnis ke Alibaba dan Bangkok Bank di Shanghai.
Melalui edukasi, pendampingan personal, dan solusi adaptif, Permata Bank menegaskan komitmennya membantu nasabah menjaga keseimbangan finansial, membangun ketangguhan, serta mempersiapkan keberlanjutan kekayaan bagi keluarga dan generasi mendatang.





