ANALIS MARKET (23/10/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (22/10), IHSG ditutup menguat +59,54 poin (+1,12%) ke level 5.387,91.
Penguatan tersebut terutama didorong oleh respons positif investor terhadap kebijakan Bank Indonesia yang menjaga BI-Rate di 5,75%, menaikkan suku bunga Deposit Facility untuk mendukung stabilitas rupiah, serta rencana penurunan GWM yang berpotensi menambah likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun.
Sentimen tersebut mendorong penguatan saham perbankan BUMN, terutama BMRI, BBNI, dan BBRI, yang menjadi penopang indeks, disertai kenaikan saham sektor energi dan material dasar.
Sementara itu, Wall Street tadi malam mayoritas ditutup melemah, tercermin dari DJIA (+0,02%), S&P 500 (-1,21%), & Nasdaq (-2,60%).
Pelemahan tersebut dipicu oleh aksi jual saham teknologi akibat kinerja emiten yang belum memuaskan, meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi dan pembiayaan investasi AI, serta berlanjutnya rotasi keluar dari saham semikonduktor.
Saham Meta anjlok 7% meskipun mencatat kenaikan pendapatan dan laba, karena rencana peningkatan belanja modal untuk infrastruktur AI memicu kekhawatiran investor terhadap kebutuhan pendanaan dan risiko utang yang lebih besar.
Tekanan juga meluas ke saham teknologi berkapitalisasi besar menjelang rilis laporan keuangan Alphabet, Microsoft, dan Amazon pekan depan.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan adanya ruang terjadi profit taking pasca kenaikan beberapa hari terakhir. Investor hari ini akan mencermati rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (September 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (23/10).




