MCI dan Energi jadi Kekuatan Fundamental, Saham PIPA Punya Prospek Jangka Panjang
Pasardana.id - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (IDX: PIPA) tengah mempersiapkan transformasi bisnis.
Di sini, emiten yang telah diakuisisi Morris Capital Indonesia (MCI) itu, ingin menjadi pemain utama ekosistem energi dan infrastruktur nasional.
Rencana tersebut tak lain tak bukan karena masuknya MCI sebagai pengendali perseroan.
Bahkan, dalam prosesnya ke depan, MCI akan menyuntikan aset jumbo hingga senilai Rp3 triliun menunjukkan komitmen serius untuk memodali ekspansi bisnis Multi Lemindo.
Dari situ, Perseroan berencana melakukan diversifikasi ke sektor-sektor strategis, terutama Oil & Gas, distribusi BBM, logistik energi darat-laut, serta infrastruktur penyimpanan dan distribusi bahan bakar.
Transformasi ini menjadikan Multi Lemindo sebagai penghubung vital dalam rantai pasok energi dari hulu ke hilir.
Dengan fokus pada pengembangan produk berbasis polyethylene, seperti pipa HDPE dan produk utilitas sejenis, Multi Lemindo siap mengambil peran lebih luas dalam proyek konstruksi, utilitas, dan infrastruktur nasional yang tengah gencar.
Hingga September 2025, Perseroan mencatat pendapatan usaha positif yang tumbuh 30,5% YoY, didominasi oleh segmen produk pipa.
Dukungan modal dari pengendali baru diharapkan melipatgandakan kinerja ini melalui proyek-proyek energi yang lebih besar.
Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai langkah strategis ini memberikan potensi fundamental yang luar biasa bagi Multi Lemindo.
"Dengan skema injeksi aset sebesar Rp3 triliun, Multi Lemindo berpotensi keluar dari bayang-bayang masa lalunya dan menjadi bagian penting dalam tulang punggung energi Indonesia," ujar Hendra, Selasa (6/1/2026).
Dia juga menilai, langkah integrasi vertikal yang dilakukan Morris Capital, dari pipa plastik ke energi strategis, adalah langkah yang sangat cerdas.
Kunci keberhasilan ada pada eksekusi dan keberlanjutan proyek-proyek energi yang akan dijalankan Multi Lemindo ke depan.
Secara teknikal, pergerakan saham PIPA sangat mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap transformasi ini.
Saham PIPA sempat mencetak kenaikan fantastis di tahun 2025 sebelum mengalami koreksi tajam.
Pasca akuisisi, saham PIPA menunjukkan pergerakan yang sangat fluktuatif, mencerminkan adanya euforia pasar yang diikuti aksi ambil untung (profit taking) dan panic selling jangka pendek.
Beberapa indikator teknikal, seperti RSI 14-hari dan MACD, seringkali menunjukkan sinyal Buy atau Netral pada harga-harga koreksi, namun investor disarankan untuk tetap waspada mengingat kenaikan dan koreksi tajam yang telah terjadi.
Rata-rata bergerak jangka pendek (MA5, MA50) bisa memberikan sinyal Buy namun Rata-rata bergerak jangka panjang (MA200) mungkin masih menunjukkan sinyal Jual pasca koreksi besar.
Level harga saat ini dinilai sebagai titik tarik-menarik antara sentimen jangka pendek yang cenderung negatif dan potensi fundamental jangka panjang yang sangat positif.
"Pergerakan saham PIPA saat ini adalah cermin ekspektasi pasar terhadap transformasi ini. Investor harus melihat PIPA sebagai saham yang berada dalam zona yang sangat fluktuatif," tutur Hendra.
"Oleh karena itu, jangan hanya melihat teknikal sesaat, tapi cermati pengumuman-pengumuman berikutnya dari manajemen Morris Capital. Saham ini lebih sesuai bagi investor dengan profil agresif yang siap menghadapi risiko tinggi, dengan fokus pada realisasi rencana bisnis multi-tahun ke depan," kata Hendra menambahkan.

