ANALIS MARKET (20/1/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Kenaikan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (19/1) ditutup naik 0.64%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp543 Miliar.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, GOTO, TLKM, ARCI dan INDY.
Sementara itu, Jumat pekan lalu (16/1), indeks Utama Wall Street ditutup nyaris stagnan pada akhir perdagangan Jumat, menjelang libur Panjang akhir pekan karena pasar saham tutup pada hari Senin untuk libur Martin Luther King Jr. Dow Jones Industrial Average turun 0,17%, S&P 500 melemah 0,06% dan Nasdaq Composite turun 0,06%. Sektor perawatan kesehatan turun 0,8% dan memimpin penurunan di antara sektor-sektor S&P 500. Saham-saham produsen chip naik, dengan indeks semikonduktor naik 1,2% dan melanjutkan kenaikan. Bank-bank besar AS sebagian besar mencatatkan hasil yang solid minggu lalu seiring dimulainya periode pelaporan S&P 500. Namun, saham-saham bank dan lembaga keuangan lainnya tertekan oleh kekhawatiran atas usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit selama satu tahun di angka 10%. Investor juga mencermati berita bahwa Trump mengatakan ia mungkin ingin mempertahankan penasihat ekonomi Kevin Hassett dalam perannya saat ini, menurunkan taruhan pasar bahwa Hassett akan menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell. Selain itu, musim laporan keuangan akan dimulai pekan depan dengan laporan dari perusahaan-perusahaan besar termasuk Netflix, Johnson & Johnson, dan Intel.
Di sisi lain, Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas melemah pada perdagangan Senin (19/1), seiring investor mencermati perkembangan terbaru terkait Greenland serta menanti rilis data ekonomi utama dari China. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menurun 0,65%, dan Topix terkoreksi 0,06%. Sedangkan, pasar saham Korea Selatan menguat, di mana indeks Kospi naik 1,32% dan Kosdaq menguat 1,44%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,33%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,05%, dan CSI 300 China naik 0,05%. Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump terlibat adu pernyataan dengan para pemimpin Eropa terkait wilayah Arktik tersebut. Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa dan menuntut kendali atas Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark. Para pemimpin Eropa menanggapi keras ancaman tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan yang “sepenuhnya keliru” dan “tidak dapat diterima”. Di kawasan Asia, perhatian investor juga tertuju pada China yang dijadwalkan merilis data PDB 4Q, serta data penjualan ritel, investasi aset tetap perkotaan, dan produksi industri untuk periode Desember.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (20/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini sepanjang kuat di atas 9100. Diperkirakan Support IHSG: 9040-9100 dan Resist IHSG: 9170-9200.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: RATU, BUMI, PGAS, CPRO, ADRO, dan OASA.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
RATU Spec Buy dengan area beli di 8500-8600, cutloss di bawah 8500. Target dekat di 8750-8975.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 402-412, cutloss di bawah 400. Target dekat di 420-450.
PGAS Spec Buy dengan area beli di 2030-2040, cutloss di bawah 2000. Target dekat di 2070-2130.
CPRO Spec Buy dengan area beli di 74-77, cutloss di bawah 73. Target dekat di 81-84.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2150-2170, cutloss di bawah 2120. Target dekat di. 2200-2230
OASA Spec Buy dengan area beli di 482-486, cutloss di bawah 474. Target dekat di 500-510.
Disclaimer on

