Masuk Negara Terbesar, Daya Saing Digital Indonesia Terendah Ketiga di Asia

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, termasuk dalam pengguna internetnya.

Hanya saja, dalam hal daya saing digital, Indonesia masih tergolong rendah. 

Berdasarkan data yang dirilis International Institute for Management Development yang berbasis di Swiss disebutkan, penilaian tingkat daya saing digital, dilihat dari pengetahuan, teknologi dan kesiapan masa depan indonesia di kawasan Asia tenggara, daya saing digitalnya masih di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Di tahun 2023, daya saing digital Indonesia naik ke peringkat 45 dari 64 negara.

"Sebelumnya, di tahun 2022 daya saing digital Indonesia berada di peringkat ke-51 dari 64 negara. Bahkan terendah ketiga di Asia," kata Pelaksana Harian Deputi IV Kemenko Perekonomian bidang ekonomi digital, ketenagakerjaan dan UMKM, Musdhalifah Machmud, dalam media briefing di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (12/6).

Musdhalifah menilai, masih rendahnya daya saing digital Indonesia disebabkan oleh sejumlah faktor.

Salah satunya, layanan internet di Indonesia yang masih lebih banyak digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif. 

"Jadi, ini warning bagi kita semua, para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Bahwa kita sudah memanfaatkan internet tapi kualitas penggunaannya perlu ditingkatkan, untuk kegiatan yang produktif," ucapnya.

Musdhalifah mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan jangkauan internet dengan memperkuat infrastrukturnya. 

Apalagi saat ini, Indonesia sedang menggalakkan ekonomi digital.

Dimana, Indonesia berharap di tahun 2030 nanti, pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 20-22 persennya berasal dari ekonomi digital.

Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada Februari 2024, merilis jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 221,57 juta orang dari sekitar 278,70 juta jumlah penduduk Indonesia, berdasarkan data tahun 2023.

Dengan demikian, tingkat penetrasi internet di Indonesia hingga Februari 2024, sekitar 79,5 persen.