ANALIS MARKET (22/5/2024) : IHSG Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Saham-saham AS ditutup menguat tipis pada perdagangan hari Selasa (21/05/24), walau demikian masih mampu mengirim S&P 500 dan NASDAQ ke rekor titik penutupan tertingginya, seiring para investor buy on weakness saham-saham Teknologi menjelang laporan kinerja NVIDIA yang semakin dekat, seraya menilai komentar terbaru dari para pejabat Federal Reserve mengenai petunjuk kapan penurunan suku bunga di tahun ini bisa terwujud.

NVIDIA, perusahaan terbesar ketiga di Wall Street berdasarkan kapitalisasi pasar, akan melaporkan kinerjanya setelah penutupan pada hari Rabu yang kemungkinan akan menjadi katalis pasar yang signifikan untuk menguji apakah ketahanan rally pada saham-saham terkait AI bisa dijaga.

Adapun Nvidia sudah melesat sekitar 93% di tahun ini, setelah meroket hampir 240% pada tahun 2023.

Para investor juga menantikan notulen rapat terakhir The Fed, yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu, setelah beberapa pejabat The Fed pada hari Selasa kemarin memperkuat pendirian bahwa yang terbaik bagi bank sentral adalah bersabar sebelum mulai menurunkan suku bunga.

Tidak kalah penting, data Existing Home Sales (Apr.) juga dijadwalkan keluar malam ini. Tak pelak penantian sejumlah informasi krusial ini membuat kebanyakan pelaku pasar mengambil sikap menunggu sebelum positioning lebih banyak.

Pasar saat ini memperkirakan peluang 64,8% untuk pemotongan setidaknya 25 basis poin pada pertemuan bank sentral bulan September, menurut CME FedWatch Tool.

Dow Jones Industrial Average naik 66 poin, atau 0,2%, sementara S&P 500 menguat 0,3%, dan NASDAQ Composite terapresiasi 0,2%.

Dengan demikian, Nasdaq mencatat rekor penutupan keempat dalam 6 sesi terakhir, sementara S&P ditutup pada rekor penutupan untuk pertama kalinya sejak 15 Mei.

Di sisi lain, saham sektor ritel turun 0,36% karena banyaknya laporan triwulanan dari grup tersebut yang menandakan musim revenue yang lebih lesu.

INDONESIA: sementara US menunggu FOMC Meeting Minutes pada hari Kamis dini hari jam 01.00 WIB ketika Indonesia sudah memulai libur long weekend terkait Hari Raya Waisak & cuti bersama, lebih dulu hari ini Bank Indonesia akan putuskan suku bunga BI7DRR yang ramai diperkirakan masih akan bertahan di level 6.25%.

MARKET ASIA & EROPA: pagi ini JEPANG telah memulai publikasi serangkaian indikator ekonomi seperti: Core Machinery Orders yang mengukur total nilai pesanan baru di pabrik-pabrik mesin, merupakan indikator kunci atas investasi & produksi barang-barang manufaktur; ternyata keluar lebih kuat dari perkiraan di bulan Maret. Kabar baik lainnya adalah Jepang mencatat pertumbuhan Export & Import di bulan April walau belum berhasil memenuhi ekspektasi. Lebih lanjut siang ini, giliran INGGRIS yang akan jadi pusat perhatian para pelaku pasar EROPA khususnya di mana mereka mengumumkan level Inflasi di bidang konsumen & produsen, di mana CPI (Apr.) diharapkan mampu melandai ke tingkat 2.1% yoy, mendingin dari bulan sebelumnya 3.2%. Prospek perekonomian di Eropa tampaknya lebih positif dengan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia sangat yakin bahwa Inflasi EUROZONE terkendali. ECB telah menjanjikan penurunan suku bunga pada tanggal 6 Juni, sehingga para pembuat kebijakan sudah mengalihkan perhatian mereka ke arah suku bunga setelahnya.

KOMODITAS: Harga MINYAK turun 1% pada hari Selasa karena Inflasi AS yang berkepanjangan tampaknya akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama lagi, sehingga membebani demand atas energy. Futures minyak mentah BRENT turun 1%, menjadi USD 82,88/ barel; sedangkan futures US WTI untuk bulan Juni, 0,7%, menjadi USD 79,26. Kontrak Juli yang lebih aktif bahkan ditetapkan lebih rendah lagi pada USD 78,66. Para trader meyakini bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan permintaan minyak. Para analis menilai market saat ini fokus pada angka permintaan bensin di AS seiring munculnya tanda-tanda konsumen menghemat pemakaian kendaraan pribadi akibat tingginya Inflasi. Wajar jika para trader minyak ini mengambil sikap menunggu karena pasar tengah menunggu notulen rapat terakhir The Fed malam ini, berbarengan dengan data mingguan stok cadangan minyak AS dari EIA. Adapun American Petroleum Institute (API) telah lebih dulu merilis angka persediaan minyak mentah & bensin AS untuk pekan yang berakhir 17 Mei, di mana stok tercatat naik 2,48 juta barrel; berkebalikan dengan kondisi pekan sebelumnya yang drop 3,1 juta barrel. Sebagian besar pasar kelihatannya tidak terpengaruh oleh berita tewasnya Presiden Iran Ebrahim Raisi, seorang garis keras dan calon penerus Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dalam kecelakaan helikopter hari Minggu.

IHSG kembali terjerembab ke zona merah, melemah 1.11% ke level 7186 akibat tekanan jual melanda saham 4 bank besar (BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI) dan saham TLKM, menjumlahkan nilai jual bersih asing di angka IDR 1.06 triliun (all market) pada perdagangan Selasa (21/5) kemarin.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas menilai wajar jika para  pelaku pasar lebih memilih untuk WAIT & SEE menjelang libur long weekend seraya fokus memandang level Support berikutnya di sekitar 7180-7160 dalam potensi pelemahan terbatas hari ini.

Antisipasi market yang berjalan lambat dan value transaksi yang tidak terlalu tinggi hari ini, mengantisipasi data penting regional market yang berpotensi mempengaruhi sentimen pasar global di sepanjang sisa pekan ini, yang mana akan kita alami adjustment-nya minggu depan.

“IHSG berpotensi melemah terbatas,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Rabu (22/5).