ECII Siapkan Rp20 Miliar untuk Buyback Saham Beredar di Publik

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Emiten yang bergerak dalam perdagangan ritel produk elektronik, PT Electronic City Indonesia Tbk (IDX: ECII) melaporkan untuk melakukan aksi korporasi berupa buyback saham beredar di publik.

“Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp20 miliar untuk melakukan buyback saham beredar di publik,” sebut pernyataan Direksi ECII dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (21/5).

Dijelaskan, pelaksanaan buyback saham ECII dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku yakni tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dalam Perseroan dan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.

Rencananya, aksi buyback saham ECII akan dilakukan dalam rentang 12 bulan, sejak periode tanggal 27 Juni 2024 sampai dengan 26 Juni 2025.

Adapun buyback saham ECII akan dilakukan pada harga yang lebih rendah atau saham dengan transaksi penutupan sebelumnya.

Manajemen ECII beralasan, harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya.

Diharapkan, aksi buyback saham ini dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham perseroan selain dari pembagian dividen.

“Perseroan berkeyakinan, pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham, tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha,” jelas pernyataan manajemen.

Selain itu, buyback saham juga tidak akan mengganggu performa laba per saham, karena berhubungan langsung dengan kegiatan operasional.

Di ketahui, di kuartal I 2024, Electronic City mengantongi pendapatan sebesar Rp 609,68 miliar, menyusut tipis 0,10% secara Year on Year (YoY) dibandingkan periode sama tahun 2023, yang tercatat sebesar Rp 611,42 miliar.

Adapun laba bersih perseroan pada kuartal 1 2024 tercatat sebesar Rp 2,1 miliar. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 10,0 miliar.

Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 1,63 per lembar.