MIND ID Siap Tebus 478,93 Juta Right Issue INCO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau right issue dengan menerbitkan sebanyak 603.445.814 lembar saham biasa bernominal Rp25 per lembar.

Sementara itu, PT Mineral Industri Indonesia  atau MIND ID selaku pemilik 1.987.267.745 lembar saham atau setara 20 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh, telah menyatakan akan melaksanakan sebanyak 120.689.163 HMETD dan seluruh HMETD miliknya.

Tak Cukup itu, MIND ID akan menebus 264.265.992 HMETD milik Vale Canada Limited (VCL).

Lalu, menebus 90.684.932 HMETD dari Sumitomo Metal Mining Co., Ltd, dan mengambil 3.284.570 HMETD dari Vale Japan Limited (VJL).

Dengan kata lain, MIND ID menyerap sebanyak 358.235.494 HMETD.

Alhasil, MIND ID akan memegang 23,68 persen porsi saham INCO usai right issue dari porsi saat ini sebesar 20 persen.

Tapi pada saat yang sama, porsi kepemilikan VLC turun menjadi 41,78 persen dari 43,79 persen.

Senasib, porsi kepemilikan SMM menciut menjadi 14,34 persen dari 15,03 persen.

Lalu, porsi saham VJL menyusut menjadi 0,52 persen dari 0,54 persen.

INCO juga memberi kesempatan kepada investor lainnya untuk turut menyuntik modal perseroan.

Syaratnya, tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia tanggal 11 Juni 2024.

Saat itu, setiap pemegang 8.233 saham lama berhak atas 500 HMETD.

Setiap 1 HMETD dapat ditebus menjadi 1 saham perseroan mulai tanggal 13 Juni 2024 sampai dengan tanggal 21 Juni 2024.

Namun, rencana dapat berjalan bila OJK menerbitkan pernyataan efektif right issue pada tanggal 30 Mei 2024.

Mengutip keterangan resmi INCO pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/4/2024) bahwa 78 persen dana hasil right issue untuk belanja modal, seperti; pembangunan area penambangan, jalan akses tambang, dan sarana penunjang lain.

Sedangkan sisanya, untuk modal kerja, antara lain; biaya pembelian bahan baku produksi, dan lainnya.