Alasan Pemerintah Wacanakan Pembatasan BBM Jenis Petralite

Foto : istimewa

Pasardana.id - Adanya wacana pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite berdasarkan kategori kubikasi atau cc kendaraan kembali ramai jadi perbincangan. 

Pasalnya, pemerintah saat ini sedang menyiapkan aturan baru tentang pembatasan pembelian BBM subsidi khususnya Pertalite.

Adapun revisi aturan pembelian Pertalite ini didasarkan pada kapasitas kendaraan.

Mobil dengan kapasitas di atas 1.400 cc dan motor di atas 150 cc wajib membeli bahan bakar non-subsidi.

Wacana revisi aturan pembelian Pertalite yang didasarkan pada kapasitas kendaraan sebenarnya sudah ada sejak 10 tahun lalu.

Namun aturan yang banyak dinilai bikin susah rakyat itu baru akan terwujud pada tahun ini.

Lalu, banyak yang bertanya apa sih tujuan Pemerintah membatasi Pertalite?

Akhirnya tujuan pemerintah membatasi Pertalite terungkap.

Diungkap langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM), Arifin Tasrif mangatakan, bahwa tujuan pembatasan Pertalite agar alokasi subsidi pemerintah lebih tepat sasaran dan tidak dinikmati orang mampu.

Apalagi subsidi untuk BBM lumayan sangat besar tiap tahunnya.

"Ini supaya alokasi BBM tepat sasaran, kan harus tepat sasaran ya. Kalau tidak, rugi pemerintah, yang menikmati orang yang enggak tepat," ujarnya, Jumat (15/3) lalu.

Arifin menambahkan, salah satu alasan pembatasan BBM Subsidi juga demi menjaga keuangan negara.

Hal ini disebabkan konsumsi untuk BBM jenis Pertalite terus meningkat tiap tahun.

Dia mencontoh pada 2021-2022, konsumsinya mencapai 23 juta kiloliter, lalu naik di 2023 menjadi 30 juta kl.

Karena itu, demi upaya menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menganggarkan subsidi untuk pembelian BBM. Namun dalam tiga tahun belakangan ini, trennya terus diturunkan.

"Ini karena upaya Indonesia untuk mengurangi beban impor BBM yang sudah sangat tinggi dan upaya berdikari atas energi melalui hilirisasi serta green energy," tegasnya.