Indeks Kospi Turun 0,23 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 6,3 poin, atau sekitar 0,23 persen, pada Jumat (22/3/2024), menjadi 2.748,56.

Volume perdagangan moderat mencapai 501,3 juta sahamm senilai 11,3 triliun won atau sekitar US$8,42 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 485 berbanding 381.

Angka indeks berakhir di teritori negatif dipicu aksi ambil untung yang dilakukan para investor. “Setelah indeks Kospi mengalami peningkatan dua sesi beruntun, para investor melakukan aksi jual,” jelas Kim Dae-Wook, periset di Hana Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor ritel dan institusi masing-masing melepas saham senilai 531 miliar won dan 162,8 miliar won, sedangkan investor asing meraup saham senilai 665 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,5 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya, sedangkan saham Samsung SDI melonjak 3,73 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing anjlok 3,37 persen dan 2,42 persen. Saham perusahaan manufaktur suku cadang mobil Hyundai Mobis turun 1,5 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 16 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.338,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,85 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 11,40 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 7.770,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 29,08 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 3.048,03. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 363,63 poin, atau sekitar 2,16 persen, menjadi 16.499,47.