Biaya Keuangan Gerus Laba UNTR 1,8 Persen di Tahun 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT United Tractors Tbk (IDX: UNTR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,611 triliun pada tahun 2023, atau menyusut 1,8 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai Rp21,005 triliun.

Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp5.675 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp5.679 per helai.

Padahal Presiden Direktur UNTR, FXL Kesuma melaporkan, pendapatan bersih mencapai Rp128,58 triliun pada tahun 2023.

Hasil itu tumbuh 4,06 persen dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp128,58 triliun.

Penopangnya, pendapatan kontraktor penambangan kepada pihak ketiga tumbuh 12,7 persen secara tahunan menjadi Rp53,972 triliun. 

Senada, penjualan alat berat penambangan batu bara kepada pihak berelasi naik 39 persen secara tahunan menjadi Rp13,943 triliun pada tahun 2023.  

Tapi penjualan mesin kontruksi kepada pihak ketiga menyusut 3,3 persen menjadi Rp31,667 triliun.

Senasib, penjualan alat berat tambang batu bara kepada pihak ketiga turun 21,4 persen menjadi Rp16,556 triliun.  

Lalu, penjualan alat berat penambangan emas dan mineral lainnya kepada pihak ketiga melorot 31,7 persen menjadi Rp5,221 triliun.

Walau beban pokok pendapatan membengkak 4,3 persen secara tahunan menjadi Rp92,797 triliun pada tahun 2023. Tapi laba kotor tetap terangkat 2,8 persen menjadi Rp35,786 triliun.

Sayangnya, beban penjualan melambung 24,1 persen secara tahunan menjadi Rp1,321 triliun pada tahun 2023.

Lalu, beban umum dan administrasi naik 3,9 persen menjadi Rp4,741 triliun.

Bahkan beban biaya keuangan melonjak 147 persen menjadi Rp1,879 triliun.

Dampaknya, laba sebelum pajak penghasilan tergerus 2,3 persen secara tahunan menjadi Rp28,72 triliun pada tahun 2023.  

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2023 telah audit anak usaha Astra International yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/2/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 37,3 persen secara tahunan menjadi Rp69,992 triliun pada tahun 2023.  

Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp84,035 triliun pada tahun 2023.