BBTN Akan Putuskan Kebijakan Sapih Unit Syariah Pada April Depan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) akan memutuskan akuisisi satu bank syariah untuk menjadi cangkang Unit Usaha Syariah (UUS) pada bulan April mendatang.

Direktur Utama BBTN, Nixon LP Napitupulu menyampaikan, aset UUS BTN telah mencapai Rp50 triliun pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp45,3 triliun.

“Kenaikan aset BTN Syariah yang sudah lebih dari Rp50 triliun ini, membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS (Bank Umum Syariah) yang akan dilaksanakan tahun ini,” tegasnya.

Ia bilang, untuk mendirikannya perlu cangkang atau sebuah BUS yang saat ini telah dilakukan uji tuntas atau due diligence.

“Saat ini sudah mengerucut pada 1 BUS yang sudah banyak diberitakan. Uji tuntas diharapkan selesai pada bulan April mendatang untuk menjadi dasar kami memutuskan spin off UUS,” jelas dia.

Ia memaparkan, uji tuntas tersebut dibantu oleh konsultan keuangan dari satu kantor akuntan publik ternama dan satu sekuritas terbesar.

“Kedua konsultan itu membantu menilai 4 objek, seperti; soal keuangan, hukum, teknologi dan SDM,” ujar dia.

Ia juga bilang, UUS BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp702,3 miliar pada 2023.

Hasil tersebut melesat 110,5 persen dibandingkan perolehan laba bersih tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp333,6 miliar.

“Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar 17,4 persen menjadi Rp37,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,6  triliun,” papar dia.

Lebih lanjut dia bilang, peningkatan signifikan juga terjadi pada DPK BTN syariah yang tumbuh pesat sebesar 20,7 persen menjadi Rp41,8 triliun pada tahun 2023, dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp34,64 triliun.

“Kinerja gemilang dari sisi penyaluran pembiayaan dan perolehan DPK tersebut, telah membuat posisi aset BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79 persen,” pungkas dia.