Cari Modal Kerja, YELO Tawarkan 837,7 Juta Saham Baru

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (IDX: YELO) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan menawarkan sebanyak 837.795.189 saham baru bernominal Rp100 per lembar.

Mengutip keterangan resmi emiten penyewaan modem itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/11/2023) bahwa jumlah saham yang ditawarkan setara 30,46 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

YELO akan menghelat right issue dalam rentang waktu 12 bulan setelah mendapat persetujuan pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 8 Januari 2024.

Rencananya, dana hasil aksi korporasi ini untuk melakukan setoran modal kepada PT Telemedia Komunikasi Pratama.

Oleh anak usaha itu, dana tersebut untuk Modal Kerja.

Juga dijelaskan, bahwa aksi korporasi ini akan berdampak kepada struktur keuangan karena akan menambah pos ekuitas pada struktur permodalan, sehingga memiliki rasio utang yang lebih baik.

Untuk diketahui, ekuitas perseroan pada akhir September 2023 tercatat sebesar Rp297,93 miliar atau berkurang 50,9 persen dibanding akhir tahun 2022 yang terbilang Rp605,58 miliar.  

Pemicunya, saldo ekuitas lainnya tercatat nihil per 30 September 2023, karena terdapat perubahan mekanisme pengembalian pinjaman yang mengakibatkan penyesuaian atas dampak pengukuran nilai wajar dari utang lain-lain - pihak berelasi.

Sedangkan pos ini pada 31 Desember 2022 mencapai Rp313,8 miliar.

Pada sisi lain, total kewajiban bertambah 75,5 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp755,07 miliar pada akhir September 2023.

Pasalnya, utang lain-lain kepada pihak berelasi mencapai Rp737,1 miliar pada akhir September 2023. Sedangkan pada akhir September 2022 nihil.

Asalnya, utang lain-lain kepada PT Artalindo Semesta Nusantara tercatat sebesar Rp 737.116.800.000.

Sedangkan laba bersih sepanjang Sembilan bulan 2023 tercatat sebesar Rp6,012 miliar, atau tumbuh 4,4 persen dibanding periode sama tahun 2022 tercatat sebesar Rp5,754 miliar.

Padahal, pendapatan bersih anjlok 38,6 persen secara tahunan menjadi Rp648,18 miliar pada akhir September 2023.

Menariknya, beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 39,6 persen menjadi Rp629,27 miliar, sehingga laba kotor 31,2 persen terkerek menjadi Rp18,9 miliar.