Bantu Kembangkan KIT Batang, China Siap Investasikan USD1,5 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah China melalui PT Wanxinda Teknologi Industrial Park Development (Wanxinda) akan menginvestasikan anggaran sebesar USD1,5 miliar atau setara Rp23,18 triliun untuk mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

Wanxinda diketahui memiliki beberapa segmen bisnis di Tiongkok, seperti IT dan media, produksi aksesoris untuk program teknologi, dan juga manufaktur travel goods.

Perusahaan tersebut berencana untuk mengembangkan dan membangun pabrik dan bersama-sama mempromosikan pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.

Wanxinda akan menarik investasi dan perusahaan dari Tiongkok dan negara lainnya.

Wanxinda menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di KITB antara lain karena lokasi KITB yang strategis berada di Pulau Jawa, memiliki jalur logisitk dab akses yang terintegrasi, memiliki konsep kawasan yang smart and modern melalui digitalisasi operasional kawasan, serta pengembangan kawasan yang memperhatikan konsep keberlanjutan (ESG).

Investasi Wanxinda di Indonesia merupakan tindak lanjut kerja sama Two Countries Twin Park antara Indonesia dan Tiongkok yang ditandatangani di pada 14 Juli 2021 silam oleh Menko Bidang Kemaritman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam bentuk pendatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai sinergi antara visi “Poros Maritim Dunia” Indonesia dengan “Inisiatif Road And Belt” milik Tiongkok.

Sementara itu, terkait dana investasi yang akan ditanamkan oleh Wanxinda nantinya untuk membangun pabrik dan infrastruktur penunjang yang diperuntukkan bagi investor asal China di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Dalam hal ini, beberapa perusahaan yaitu PT KITB, PT Wanxinda Teknologi Industrial Park Development, dan PT Wanxinda Green Travel Industry Development telah melakukan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) Selasa (21/11).

Direktur Utama Grand Batang City, Ngurah Wirawan mengatakan, investasi dari Wanxinda merupakan bukti atas kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, dan Grand Batang City saat ini merupakan destinasi utama bagi foreign direct investment.

"Posisi Wanxinda menjadi alat bantu pemerintah China untuk bisa berinvestasi pada kelompok industri kecil dan menengah," ujarnya.

Ngurah menyampaikan, hal ini akan memudahkan perusahaan dengan skala kecil dan menengah China untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut Ngurah, kerja sama ini sama-sama menguntungkan bagi Indonesia dan China.

"Harapan kami Waxinda akan ambil kesempatan mengembangkan seoptimal mungkin, dan kita akan dukung sampai realisasi investasi tercapai," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi menjelaskan, KITB memang diperuntukkan untuk bisa menarik investor dari luar negeri dalam mengembangkan kawasan industri tersebut.

"Tentunya ini merupakan proyek strategi nasional, jadi yang memang diperuntukkan untuk bisa menarik investor luar negeri ke Indonesia," ujarnya.

Wanxinda Group sendiri baru akan menyuntik investasi Rp1 triliun di lahan industri seluas 98 hektar (Ha). 

Yadi menyebutkan, dari 98 hektare lahan yang dimanfaatkan Wanxinda, akan dikerjasamakan dengan anggota holding klaster Danareksa mulai dari pematangan lahan, persiapan infrastruktur hingga berjalan operasionalnya.

"Nilai investasi ini besar sekali mencapai Rp 1 triliun dan berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja hingga 200 ribu orang, khususnya bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya," pungkasnya.