ANALIS MARKET (20/10/2023) : IHSG Diperkirakan Lanjutkan Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (19/10), IHSG ditutup melemah -1,18% ke level 6.846,43.

Pelaku pasar asing mencatatkan net sell Rp 1,05 triliun (seluruh pasar) dan net sell Rp 1,02 triliun (pasar RG).

Saham-saham yang masuk dalam 5 besar net buy asing adalah ADRO (37.2B), AMMN (33.2B), GOTO (31.7B), TLKM (26,8M), & INKP (21,8M).

Sementara itu, 5 besar saham yang mencatat net seller asing adalah BBCA (462,2 miliar), BBRI (238.5B), BMRI (232.6B), ASII (71.2B), BTPS (66.1B).

Di sisi lain, Indeks utama Wall Street ditutup melemah (-0,75%, GSPC -0,85%, -0,96%).

EIDO ditutup turun -2.25%. Investor menilai komentar Ketua Federal Reserve yang mengatakan bahwa inflasi masih terlalu tinggi, yang menandakan bahwa lembaga tersebut bermaksud untuk mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama karena pertumbuhan ekonomi tetap kuat.

Sementara itu, secara teknikal, diperdagangan kemarin (19/10), IHSG ditutup melemah dengan candle bearish.

Tren utama sideways, tren sekunder sideways, dan minor tren bearish pada fase distribusi.

Indikator stochastic miring, histogram MACD bergerak miring (garis miring) dan volumenya meningkat.

Jika bergerak bearish, IHSG diperkirakan akan kembali melemah hingga ke level support dikisaran 6.786 – 6.839.

Kalau IHSG mampu untuk bergerak bullish, IHSG berpeluang menuju resistance pada kisaran 6.951 – 6.908.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih tertekan dan melanjutkan penurunannya menuju level support berikutnya,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Jumat (20/10).