Perbarui Kerja Sama dengan Bank Negara Malaysia, Bank Indonesia Sepakati LCBSA Rp28 Triliun

foto: dok. Bank Indonesia

Pasardana.id - Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sepakat memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Local Currency Bilateral Swap Arrangement/LCBSA).

Nilainya hingga senilai RM8 miliar atau Rp28 triliun.

Perjanjian yang berlangsung pada pada 23 September 2022 tersebut berlaku efektif selama 3 tahun dan merupakan pembaruan atas perjanjian yang pertama kali disepakati pada tahun 2019.

Pembaruan LCBSA tersebut juga semakin memperkuat kerja sama keuangan antar kedua bank sentral. 

“Bank Indonesia memercayai bahwa pembaruan LCBSA tersebut mencerminkan terus berlangsungnya penguatan kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia dan diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kedua negara," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Rabu (28/9/2022).

Pembaruan perjanjian juga menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan melalui penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk transaksi bilateral antara Indonesia dan Malaysia.

Sementara Gubernur Bank Negara Malaysia, Tan Sri Nor Shamsiah Mohd Yunus menyambut baik untuk melanjutkan kerja sama dengan Bank Indonesia melalui pembaruan perjanjian LCBSA ini. Terutama jika mempertimbangkan perkembangan arus perdagangan yang signifikan antara Malaysia dan Indonesia.

"Kerja sama LCBSA ini juga melengkapi kerja sama keuangan yang telah dimiliki kedua bank sentral yang ditujukan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal pada aktivitas perdagangan dan investasi antar kedua negara" ucap Yunus.