Indeks Kospi Terjun 2,45 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 54,57 poin, atau sekitar 2,45 persen, pada Rabu (28/9/2022), menjadi 2.169,29 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 20 Juli 2020.

Volume perdagangan moderat mencapai 586,26 juta saham senilai 9,06 triliun won atau sekitar US$6,28 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 823 berbanding 91.

Angka indeks terjun dipicu mencuatnya kekhawatiran resesi setelah Federal Reserve Amerika Serikat meningkatkan suku bunga.

“Ada kemungkinan inflasi terus melonjak akibat berbagai isu geopolitik seperti perang di Ukraina,” ungkap Lee Ju-Yeol, mantan Gubernur Bank of Korea dalam sebuah konferensi, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 178,24 miliar won dan 149,74 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 325,1 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,4 persen dan 0,98 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik masing-masing terjun 2,36 persen dan 3,92 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem tergelincir 4,04 persen. Saham perusahaan baja POSCO melemah 0,44 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing terjun 3,49 persen dan 3,4 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing anjlok 1,96 persen dan 4,05 persen.

Saham perusahaan bioteknologi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melonjak 1,72 persen dan 0,6 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 18,40 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.439,90 won per dolar AS yang merupakan nilai tukar terendah sejak 16 Maret 2009.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 34,20 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 6.462. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 48,79 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 3.045,07. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 609,43 poin, atau sekitar 3,41 persen, menjadi 17.250,88.