Wall Street Lanjutkan Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melanjutkan pelemahan dari sesi-sesi sebelumnya pada Senin (26/9/2022).

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 329,60 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 29.260,81. Indeks S&P 500 melorot 38,19 poin, atau sekitar 1,03 persen, menjadi 3.655,04. Indeks komposit Nasdaq turun 65 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 10.802,92.

Wall Street melemah seiring mencuatnya kekhawatiran resesi setelah Federal Reserve meningkatkan suku bunga sebesar 75 basis poin. Pelemahan diperkirakan akan terus berlangsung karena The Fed terlihat belum akan menghentikan peningkatan suku bunga dalam pertemuan berikutnya.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, 10 sektor berakhir di teritori negatif. Indeks sektor properti dan energi terjun 2,6 persen.

Penurunan indeks komposit Nasdaq terbatasi lonjakan saham Amazon dan Costco masing-masing sebesar 1,20 persen dan 2,98 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2022 turun US$6,60 menjadi US$1.638,70 per ons. Indeks dolar AS naik 0,80 persen menjadi 114,10.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4 persen, dipicu mencuatnya kekhawatiran resesi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,35 poin menjadi 7.020,95. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 56,27 poin, atau sekitar 0,46 persen, menjadi 12.227,92.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 75 poin, atau sekitar 0,99 persen, menjadi 7.508,50. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 14,02 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 5.769,39.

Nilai tukar poundsterling melemah 1,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,069 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1235 euro per pound.