Indeks Kospi Turun 0,79 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 19,05 poin, atau sekitar 0,79 persen, pada Jumat (16/9/2022), menjadi 2.382,78.

Volume perdagangan moderat mencapai 432,5 juta saham senilai 8,4 triliun won atau sekitar US$6,04 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 687 berbanding 193.

Angka indeks turun dipicu kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat.

“Kekhawatiran peningkatan suku bunga The Fed dalam pertemuan pekan depan mencuat. Perhatian para investor sepenuhnya tertuju kepada pertemuan tersebut,” jelas Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 46,3 miliar won dan 409,3 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 446,1 miliar won.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan baja Posco masing-masing anjlok 3,5 persen dan 1,91 persen. Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing terjun 4,05 persen dan 5,84 persen.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,36 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing melonjak 1,52 persen dan 1,38 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 5,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.388 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 103,80 poin, atau sekitar 1,52 persen, menjadi 6.739,10. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia. Bursa Malaysia tutup hari ini sehubunga berlangsungnya libur perayaan Hari Malaysia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, terjun 73,52 poin, atau sekitar 2,30 persen, menjadi 3.126,40. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 168,69 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 18.761,69.