ANALIS MARKET (29/8/2022) : IHSG Diproyeksi Bergerak Konsolidasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Nasdaq turun hampir 4%, merespon negatif komitmen Hawkish yang agresif the Fed, pada pidato Powell dalam Jackson Hole symposium Jumat (26/8) lalu.

The Fed berpotensi kembali agresif menekan inflasi mendekati target 2%, di tengah CPI Headline yang mulai melandai; dengan Unemployment Rate di level terendahnya 3,50%, dan GDP Annualized QoQ yang tengah mengalami Technical Recession (2Q22 -0,6% Vs. 1Q22 -1,6%).

Pidato Powell juga kontras dengan inflasi PCE yang juga melandai, dengan PCE Deflator Jul. di level -0,1% MoM (Vs. Jun. +1,0% MoM) dan +6,3% YoY (Vs. Jun. +6,8% YoY).

Kemudian, inflasi inti berdasarkan PCE Core Deflator Jul. juga melandai ke level +0,1% MoM (Vs. Jun. +0,6% MoM) dan +4,6% YoY (Vs. Jun. +4,8% YoY).

Investor menantikan Earning Results duo Indofood. Selain Jackson Hole symposium Result, investor mencermati persentase kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar. 

NHKSI Research melihat kenaikan Pertalite akan berdampak langsung pada inflasi domestik.

Walaupun Agustus MoM diproyeksikan deflasi, namun CPI Headline dan Core CPI YoY masing-masing diproyeksikan melampaui 5% dan mendekati 3%, berdasarkan survei Bloomberg.

Sementara itu, investor mencermati besaran tekanan margin emiten Duo Indofood, di tengah tingginya harga gandum periode Agustus-September yang kemudian meningkatkan biaya produksi.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG bergerak Consolidating, dengan Support: 7.105 / 7.060 dan Resistance: 7.145-7.200 / 7.230,” sebut NHKSI Research dalam riset yang dirilis Senin (29/8/2022).