Pemerintah Tambah Nilai FLPP Hingga Rp34 Triliun, BBTN Siapkan Layanan Dalam Satu Genggaman

Foto : Dok. BBTN

Pasardana.id - Pemerintah tetap berkomitmen mewujudkan hunian layak dan terjangkau, dengan meningkatkan nilai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi Rp34 triliun pada tahun 2023 dari Rp29 triliun pada tahun 2022.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, Basuki Hadimuljono memastikan, FLPP akan terus naik dengan Mitra bank BTN (IDX: BBTN), dimana tahun depan anggaran yang disediakan pemerintah untuk FLPP sebanyak 220.000 unit.

Secara keseluruhan, bantuan Pemerintah untuk perumahan naik dari Rp 29 triliun tahun ini menjadi Rp 34 triliun tahun depan,” kata dia di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Untuk mencapai target itu, dia mengharapkan, ada gotong royong antara BTN, REI, APERSI, HIMPERRA dan seluruh pemangku kepentingan di sektor properti.

Untuk pencari hunian, Ia menyarakan untuk membeli rumah misalnya rumah dengan sistem Transit of Development (TOD).

“Kalau TOD beli rumah dapat kereta api, jadi punya rumah setiap saat dijemput kereta api, yang kedua, kalau mengontrak harga pasti naik, sementara kalau cicilan makin lama makin kecil,” kata Basuki.

Berdasarkan data Susenas BPS di tahun 2021, tercatat sebanyak 12.750.172 rumah tangga belum memiliki rumah, di mana angka ini berpotensi untuk terus meningkat seiring dengan pertumbuhan rumah tangga baru yang diperkirakan mencapai 700.000 – 800.000 KK setiap tahun.

Untuk itu, Iwan berharap, stakeholder membangun kolaborasi yang lebih sinergis dengan seluruh stakeholder bidang perumahan, serta meningkatkan komitmen bersama dalam menyelesaikan tantangan dan permasalahan perumahan di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BBTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, dalam menjalankan mandat sebagai Bank penyalur KPR, tidak terbatas hanya pada pembiayaan terhadap ketersediaan dan permintaan perumahan saja, tetapi juga melalui pelaksanaan program-program yang memudahkan calon konsumen untuk mengakses dan memperoleh fasilitas KPR, mulai dari pelayanan KPR online melalui aplikasi BTN Properti,  portal rumahmurahbtn, dan aplikasi lain dalah ekosistem perumahan digital, pelaksanaan Akad Massal KPR di berbagai daerah, produk KPR yang variatif untuk semua segmen, seperti KPR Subsidi, KPR Gaeeess for Millenial, KPR Manfaat Layanan Tambahan dan KPR Tapera  serta produk KPR Syariah lain.

Bank BTN juga secara aktif dan pro aktif bekerjasama dengan pengembang menjemput bola ke masyarakat dengan berpartisipasi dalam berbagai event perumahan nasional seperti Indonesia Properti Expo (IPEX).

“Pada masa yang akan datang, kami dalam proses mempersiapkan layanan digital mortgage dalam satu genggaman (mobile app) untuk mempermudah akses masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah dan kebutuhan lainnya. Kami akan terus ekspansi, bukan saja kepada sektor perumahan, tetapi juga sub-sektor perumahan, sehingga terbentuk ekosistem perumahan yang sustain dan memberi manfaat maksimal dalam pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia,” papar Haru.  

Untuk diketahui, BBTN telah mencatatkan penyaluran KPR sejak 1976 hingga pertengahan tahun ini mencapai kurang lebih 5 juta unit, dimana 3,9 juta unit diantaranya adalah KPR Subsidi dengan nilai penyaluran KPR sebesar Rp 209,7 triliun.  

Dengan pencapaian tersebut, Bank BTN menjadi penguasa pangsa pasar KPR Subsidi, dimana per Maret 2022, BTN memegang 38,5 persen pangsa pasar KPR, sementara di segmen KPR Subsidi, BTN menguasai 84,5 persen pasar.