Wall Street Melemah Dipicu Merosotnya Saham Energi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (1/8/2022) dipicu merosotnya saham sektor energi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 46,73 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 32.798,40. Indeks S&P 500 melemah 11,66 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 4.118,63. Indeks komposit Nasdaq melorot 21,71 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 12.368,98.

Saham sektor energi merosot dipicu anjloknya harga minyak dunia. Indeks sektor energi S&P 500 menjadi sektor dengan penurunan tertajam dari 11 sektor utama indeks S&P 500. Saham Exxon Mobil terjun 2,5 persen.

Harga minyak dunia turun setelah data manufaktur terbaru Amerika Serikat, Eropa dan Asia menunjukkan pelemahan pada Juli sehingga mencuatkan kekhawatiran pelemahan permintaan minyak mentah global.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring melorotnya imbal hasil obligasi AS. Harga emas untuk pengiriman September 2022 turun 0,2 persen menjadi US$1.779 per ons.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi pelemahan nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,48 persen menjadi 105,40.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1 persen, seiring merosotnya saham sektor energi dipicu penurunan harga minyak dunia.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 10,01 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 7.413,42. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pererakan turun hanya 4,42 poin menjadi 13.479,63.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 71,10 poin, atau sekitar 0,87 persen, menjadi 8.085,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 11,64 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 6.436,86.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,7 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2274 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,4 persen menjadi 1,1967 euro per pound.