Biaya Bahan Baku Naik, Laba TFCO Turun 26 Persen Pada Semester I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (IDX: TFCO) mencatatkan laba berjalan senilai USD4,407 juta pada semester I 2022, atau turun 26,67 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 yang setara dengan USD6,01 juta.

Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level USD0,0009, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level USD0,0012.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester 1 2022 tanpa audit emiten produsen polyester itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/8/2022).

Padahal pendapatan perseroan tumbuh 23,7 persen menjadi USD120,72 juta yang ditopang peningkatan penjualan staple fiber senilai USD71,753 juta, atau tumbuh 15,64 persen dibandingkan akhir Juni 2021 yang setara USD62,079 juta.

Senada, penjualan filament yarn tumbuh 27,5 persen menjadi USD27,871 juta.

Lalu, penjualan chip naik 57,1 persen menjadi USD19,805 juta.

Sayangnya, beban produksi membengkak 32,9 persen menjadi USD117,49 juta, karena biaya bahan baku naik 41,9 persen menjadi USD88,827 juta.

Akibatnya, laba kotor merosot 19,9 persen menjadi USD7,73 juta.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 1,19 persen dibanding akhir Desember 2021 menjadi USD338,64 juta ditopang peningkatan ekuitas sebesar 1,3 persen menjadi USD307,45 juta.