Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (8/7/2022) dipicu peningkatan angka nonfarm payroll Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 46,4 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 31.338,15. Indeks S&P 500 melemah 3,24 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 3.899,38. Indeks komposit Nasdaq naik 13,96 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 11.635,31.

Dalam sepekan terakhir, indeks Dow Jones, S&P 500, dan komposit Nasdaq masing-masing meningkat 0,8 persen, 1,9 persen, dan 4,5 persen.

Laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan angka nonfarm payroll meningkat 372.000 pada Juni, melampaui ekspektasi peningkatan 268.000.

Tingkat pengangguran 3,6 persen dan rata-rata pendapatan per jam naik 0,3 persen setelah naik 0,4 persen pada Mei.

Data nonfarm payroll menunjukkan solidnya pasar tenaga kerja AS yang dapat menjadi acuan Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga akhir bulan ini. Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan dukungan terhadap peningkatan suku bunga sebesar 75 basis poin.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2022 naik 0,05 persen menjadi US$1.739,90 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen menjadi 106,69.

Bursa saham Eropa menguat pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5 persen, dipicu meningkatnya saham sektor otomotif.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 7,16 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 7.196,24. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 172,01 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 13.015,23.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 22,20 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 8.100,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 26,43 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 6.033,13.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2005 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,2 persen menjadi 1,1837 euro per pound.