ANALIS MARKET (13/7/2022) : IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, terjadi pergerakan yang bervariasi untuk IHSG pada perdagangan kemarin (12/7), dengan ditutup melemah tipis di level 6718,29 (-0,06%). Para investor masih menunggu sentiment yang dapat menggerakan IHSG, serta investor masih mengantisipasi kenaikan Covid19 di China di tengah kembalinya harga komoditas yang naik seperti coal dan gas. Beberapa sektor yang mendorong pelemahan IHSG diantaranya yaitu sektor kesehatan (-,58%), sektor bahan konsumi non primer (-0,33%), dan sektor property (- 0,21%). Investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp 200,83 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah BBNI, HRUM, BUMI.

Secara teknikal, IHSG setelah tertahan dari area 6600 dari penurunannya, IHSG mengalmi sideway minor dan belum adanya pembalikan arah yang cukup kuat. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: KAEF, CMPP, BBKP, ADRO, MARI, ITMG, MICE, OILS, TPIA, BBTN, TMAS.

Sementara itu, bursa AS kembali ditutup kompak di zona merah, para investor masih mengantisipasi rilisnya data inflasi pada hari ini yang diperkirakan akan mengalami kenaikan dengan consensus pasar inflasi naik 8,8%, hal ini juga membuat kekhawatiran para investor akan adanya resesi karena akan mempengaruhi keputusan The Fed dalam menaikkan suku bunga.

MARKET OUTLOOK

Bursa Asia pada pagi ini sudah diperdagangkan di zona hijau, pada saat laporan ini ditulis index Nikkei menguat 0,50%, sementara Kospi menguat 0,19%. Di bukanya hijau pada bursa Asia pada pagi ini dimana investor masih menunggu rilisnya keputusan bank central korea terkait suku bunga dengan konsensus mengalami kenaikan 0.5bps, serta surplus neraca dagang China yang akan rilis pada pagi ini diperkirakan akan mengalami pelemahan.

Kemudian dari dalam negeri, IHSG hari ini diperkirakan dapat memiliki potensi penguatan, melihat potensi bursa Asia yang sudah dibuka di zona hijau, serta penguatan harga komoditas batu bara (ITMG +6,14%, ADRO +3,18%, PTBA +2,84%) juga dapat mewarnai IHSG, sementara harga metal masih mix untuk nickel masih tertekan dan tin sudah mulai mengalami kenaikan.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6650 – 6750,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (13/7/2022).