Ernst & Young Indonesia Diminta Jelaskan Nilai Nominal GOTO Rp266

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dipandang perlu untuk memanggil PT Ernst & Young Indonesia terkait hasil penilaian ulang nilai harga saham wajar PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) usai pengabungan Gojek dan Tokopedia senilai Rp266 per saham.

Pengamat Pasar Modal, Yanuar Rizky menyoal harga nominal saham hasil pengabungan Gojek dan Tokopedia senilai Rp266 per lembar saham menjadi harga estimasi harga nominal IPO, padahal pengabungan pada tanggal 17 Mei 2021, sedangkan IPO pada 11 April 2022.

“Saya tanya ke EY (Ernest & Young Indonesia) deh, 17 Mei 2021 kok bisa estimasi harga IPO Goto? Padahal saat itu, boro-boro book building harga IPO, merger aja baru dilakukan,” tanya dia dalam media sosialnya, Senin (6/6/2022).

Yanuar juga menemukan kejanggalan lain dalam penentuan harga nominal hasil pengabungan kedua perusahaan raksasa teknologi itu, terkait data observasi terdekat dengan tanggal penilaian ulang Godwill  tanggal pengabungan Gojek dan Tokopedia yang sesuai dengan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) 68 tentang pengukuran nilai wajar.

Pasalnya, data observasi terdekat dari kejadian itu adalah konversi Obligasi Telkomsel - anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (IDX: TLKM) kepada GOTO senilai Rp72 juta per lembar dan kemudian hasil pecah saham menjadi Rp270 per lembar.

“Tolong EY jawab PSAK 68 mengatakan nilai wajar ekuitas net dikurangi biaya transaksi, inikah itungan (yang) kemudian muncul angka valuasi wajar semua nominal saham lama dari Rp1 ke Rp266 (setelah di stock split ? Kalau saya jadi OJK sih, EY udah saya panggil untuk jelasin ini,” papar dia.

Menurut Yanuar, hal itu penting dijelaskan, karena hanya Telkomsel yang keluar uang tunai per lembar Rp 270 per lembar, sedangkan investor sebelum IPO GOTO lainnya dari pompa revaluasi nilai wajar saham melalui dongkrak antik Goodwill.

Pada sisi lain, dia juga mempertanyakan hasil audit laporan keuangan tahun 2021 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (IDX: TLKM) oleh kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja terafilaisi dengan Ernst & Young terkait harga observasi terdekat harga saham GOTO senilai Rp375 per saham.

Sebab, berdasarkan hitungan dia, total uang dikeluarkan GOTO dengan jumlah saham pemegang saham lama senilai Rp377.

Jika Akuntan Publik tersebut mengacu pada laporan keuangn TLKM tahun buku 2021, maka perlu dipertanyakan (apakah) Telkomsel mengetahui suntikan modal melalui Obligasi Konversi senilai Rp6,4 triliun digunakan untuk membeli kembali saham GOTO sebelum IPO milik kelompok tertentu.

“Kalau iya, seru dong Telkom via Telkomsel tau dong ya, abis duitnya masuk dipakai buy back kelompok pemegang saham tertentu? Gimana ceritanya ya, padahal di majalah Tempo, pagar dari Kejagung 2018 jelas, kalaupun masuk ke GOTO tidak boleh untuk pemegang saham lama, tapi modal kerja karena Gojek rugi dan negative cashflow,”  pungkas dia.