Inflasi Inggris Capai 9,1 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Meningkatnya harga makanan membuat inflasi Inggris mencapai 9,1 persen pada Mei, angka inflasi tertinggi dari negara-negara anggota G-7.

Menurut laporan yang dirilis Office for National Statistics pada Rabu (22/6/2022), seperti dilansir Reuters, angka inflasi Inggris sesuai dengan konsensus para ekonomi dan mencapai level tertinggi sejak Maret 1982.

Tingginya angka inflasi membuat nilai tukar pound sterling melemah 0,7 persen terhadap dolar Amerika Serikat, menjadi US$1,2191 per pound.

Para investor menilai Inggris menghadapi ancaman inflasi dan resesi, mengingat mahalnya impor energi dan berlanjutnya permasalahan Brexit yang melemahkan perdagangan dengan Uni ERopa.  

Bank of England pekan lalu menyatakan bahwa angka inflasi kemungkinan akan terus berada di atas 9 persen untuk beberapa bulan ke depan sebelum mencapai puncaknya 11 persen pada Oktober.

Harga makanan dan minuman non alkohol meningkat 8,7 persen year-on-year, peningkatan tertinggi sejak Maret 2009.