Wall Street Melemah Dipicu Mencuatnya Kekhawatiran Resesi Global

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Kamis (16/6/2022) dipicu mencuatnya kekhawatiran resesi global.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 741,46 poin, atau sekitar 2,42 persen, menjadi 29.927,07. Indeks S&P 500 anjlok 123,22 poin, atau sekitar 3,25 persen, menjadi 3.666,77. Indeks komposit Nasdaq terjun 453,06 poin, atau sekitar 4,08 persen, menjadi 10.646,10.

Bank sentral Swiss dan Inggris mengikuti langkah bank sentral AS meningkatkan suku bunga untuk meredam inflasi. Langkah ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya resesi global.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks pertumbuhan S&P 500 terjun 3,75 persen. Indeks komposit Nasdaq mengalami sesi dengan penurunan lebih dari 4 persen kelima sejak awal Mei.

Harga emas berjangka di COMEX New York Merccantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juli 2022 naik 0,9 persen menjadi US$1.836,20 per ons. Indeks dolar AS merosot 1,23 persen menjadi 103,645.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa terjun 2,5 persen, setelah bank sentral Inggris dan Swiss meningkatkan suku bunga.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 228,43 poin, atau sekitar 3,14 persen, menjadi 7.044,98. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 446,80 poin, atau sekitar 3,31 persen, menjadi 13.038,49.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 96,60 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 8.078,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 143,89 poin, atau sekitar 2,39 persen, menjadi 5.886,24.

Nilai tukar poundsterling menguat 1,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2367 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,4 persen menjadi 1,1693 euro per pound.