Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (24/5/2022) dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, tergelincir setelah saham perusahaan media sosial Snap Inc terjun bebas 43,1 persen dipicu perkirakaan penurunan perolehan laba.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 48,38 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 31.928,62. Indeks S&P 500 turun 32,27 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 3.941,48. Indeks komposit Nasdaq terjun 270,83 poin, atau sekitar 2,35 persen, menjadi 11.264,45.

Penurunan saham Snap memicu saham perusahaan media sosial lainnya terpuruk. Saham Alphabet, Twitter, dan Meta Platforms masing-masing terjun 4,95 persen, 5,55 persen, dan 7,62 persen. Saham Pinterest tergelincir 23,64 persen.

Enam dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif. Indeks sektor layanan komunikasi anjlok 3,7 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2022 naik 1 persen menjadi US$1.865,40 per ons. Indeks dolar AS turun 0,36 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,1 persen, dipicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 29,09 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 7.484,35. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 255,65 poin, atau sekitar 1,80 persen, menjadi 13.919,75.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 5,40 poin menjadi 8.631,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 105,60 poin, atau sekitar 1,66 persen, menjadi 6.253,14.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2522 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 1 persen menjadi 1,1655 euro per pound.