ANALIS MARKET (25/5/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, terjadi penguatan pada perdagangan kemarin (24/5) pada IHSG, sehingga ditutup di level 6914,14 (+1,07%). Penguatan bursa terjadi ditengah pengumuman Bank Indonesia untuk mempertahankan tingkat suku bunga 7-day repo rate di level 3,5%. Pergerakan harga komoditas masih menjadi pendorong utama pergerakan sahamsaham dalam negeri, sebut saja harga natural gas yang naik sebesar 4% kemarin, mendorong sektor transportasi naik kencang hingga 6,42%, dan sektor energi hingga 2,23%. Sektor lainnya yang mendorong pergerakan IHSG yaitu sektor industri dasar menguat 1,87%, dan sektor perindustrian yang menguat 1,35%. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 19,58 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikumpulkan adalah: PGAS, BBRI, BBNI.

Secara teknikal, IHSG kembali menguji level resistance yang terbentuk dari indikator MA 80. Disamping itu indikator stochastic membalikkan arah setelah terjadi death cross pada hari sebelumnya. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: PTBA, FILM, MDKA, INCO, ANTM, PGAS, TAPG, STAA, BTPS.

Di sisi lain, Bursa AS bergerak mixed, dan indeks Dow Jones terselamatkan dari zona merah, ditutup positif, sementara S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah, terutama Nasdaq yang melemah 2,35%. Pelemahan pada Nasdaq terdampak oleh pelemahan saham Snap dengan produknya Snapchat sebesar 43% karena mereka sendiri memangkas target penjualan dan laba untuk tahun 2022.

MARKET OUTLOOK

Bursa Asia pada perdagangan Rabu (25/5) pagi ini diperdagangkan mixed, indeks Nikkei melemah 0,2% dan saat ini pelemahannya terlihat berkuarng, sementara indeks Kospi menguat 0,5% saat laporan ini ditulis. Tidak terdapat terlalu banyak katalis yang mempengaruhi pasar pada hari ini kecuali dari bursa AS.

Dari dalam negeri, IHSG diperkirakan akan bergerak melemah pada hari ini, investor akan merespon terhadap kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan tingkat suku bunganya kemarin di saat AS sudah menaikannya, dan nilai tukar Rupiah yang terus terdampak. Di samping itu, pelemahan harga batu bara juga akan menjadi penyebab pelemahan.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6770 – 7010,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (25/5/2022).