MPMX Catat Pendapatan Konsolidasi Tahun 2021 Naik 15 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (IDX: MPMX), perusahaan konsumer otomotif dan transportasi terkemuka di Indonesia, telah merilis kinerja keuangan tahun 2021 dengan sejumlah pencapaian positif meski masih dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19.

Sepanjang tahun 2021, perseroan menunjukan kinerja solid dan menggembirakan dengan membukukan pendapatan konsolidasi senilai Rp12,9 triliun, atau mengalami kenaikan tahunan sebesar 15%, dan laba bersih tercatat sebesar Rp412 miliar, atau bertumbuh 208% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati mengungkapkan, bahwa melihat kembali tahun 2021, pihaknya sangat bersyukur dengan kinerja Perseroan.

"Kami telah mengakhiri tahun 2021 dengan kuat dan sekali lagi membuktikan ketangguhan dalam melewati krisis dengan kinerja dan capaian luar biasa, dan kami memasuki tahun 2022 dengan momentum yang baik didukung oleh pemulihan ekonomi nasional yang terus berlangsung," beber Suwito, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (19/5/2022).

Tahun 2021, lanjutnya, merupakan tahun yang solid, dan perseroan sangat senang dengan kemajuan yang terjadi di sejumlah area penting seperti pada transformasi digital Perseroan sebagai respon atas perubahan perilaku konsumen yang dinamis dan bergerak ke arah digitalisasi.

MPMX telah melakukan berbagai inovasi digital baik untuk penyempurnaan proses bisnis maupun diversifikasi produk, di antaranya online claim portal untuk MPMInsurance, Brompit di MPMulia, dan adanya lelang online di AUKSI hingga peluncuran produk digital terbaru yaitu OtoDeals.

Dengan mengedepankan kompetensi digital, menyediakan produk dan pengalaman konsumen terbaik melalui eksekusi yang efektif disertai dengan konsistensi disiplin cost leadership yang tinggi, Perseroan mencapai kinerja yang memuaskan, dan untuk itu pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan MPMX atas kerja keras dan dedikasi yang memungkinkan terjadinya semua
pencapaian tersebut.

"Kami juga mengapresiasi para pemegang saham, mitra bisnis dan pelanggan atas dukungan serta kepercayaannya selama ini," imbuh Suwito.

Tercatat, secara keseluruhan, kinerja keuangan dan kinerja operasional Perseroan di tahun 2021 mengalami kenaikan dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya, dimana kinerja tahun 2021 berada di atas target yang telah dicanangkan di awal tahun.

Seluruh segmen menunjukkan ketahanannya selama masa pandemi dengan mencatat kenaikan di level laba bersih, kecuali pada Segmen Asuransi yang pertumbuhan labanya relatif stabil meskipun mencatatkan pertumbuhan premi bruto yang baik.

Segmen Distribusi, Ritel dan Aftermarket mencatat peningkatan pendapatan sebesar 18,7% dan berkontribusi sebesar 90% dari total pendapatan konsolidasi yang didorong oleh pertumbuhan penjualan yang kuat dari pasar kendaraan roda dua secara nasional.

MPMulia berhasil menjual sepeda motor sebesar 646 ribu unit meningkat 16% dari tahun sebelumnya.

Selama tahun 2021 MPMulia berupaya memaksimalkan kolaborasi antara Main Dealer, Dealer, dan perusahaan pembiayaan untuk menunjang penjualan dan mempertahankan dominasi pangsa pasar, menjalankan aktivitas pemasaran secara oine dan program penjualan yang menarik, efektif, dan efisien; serta menerapkan berbagai inisiatif digital untuk memperkuat ekosistem bisnis.

Segmen Transportasi yaitu MPMRent mengalami penurunan pendapatan sebesar 7% dibandingkan tahun lalu, dimana sebagian besar disebabkan karena berkurangnya kontribusi unit penjualan mobil bekas.

Di tahun 2021, AUKSI, anak perusahaan MPMRent meluncurkan lelang online yang berdampak pada peningkatan marjin penjualan mobil bekas yaitu sebesar 23%, lebih tinggi dari target yang dicanangkan yaitu 20%.

Sementara itu, segmen Asuransi MPMInsurance mencatat pertumbuhan gross premium sebesar 29%, namun masih membukukan penurunan pendapatan sebesar 9%.

Hal itu dikarenakan berkurangnya kontribusi dari premi produk asuransi kendaraan yang memang mengalami penurunan di tahun 2021, walaupun adanya pertumbuhan dari produk asuransi lainnya.

Entitas asosiasi Perseroan, yaitu JACCS-MPMFinance Indonesia memberikan kontribusi yang lebih baik karena peningkatan laba bersih dan penurunan NPL >90 hari menjadi 2,3%.