Perdagangan Bursa Dipandang Perlu Kembali Ke Peraturan Normal

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pelaku pasar mulai memandang perlu untuk mengembalikan peraturan perdagangan bursa ke kondisi normal seperti sebelum penetapan kondisi pandemi Covid-19, guna menciptakan perdagangan teratur, wajar dan efisien.

Seperti disampaikan Head of Invesment Information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM dalam paparan media, Kamis (19/5/2022).

“Sekarang sudah normal dan mobilitas sudah normal, sehingga cukup fair untuk kembali ke peraturan normal, misalnya peraturan penolakan penawaran otomatis kembali simetris,” jelas dia.

Ia menyarankan, jika regulator akan mengembalikan perdagangan ke peraturan kondisi normal, maka perlu waktu untuk sosialisasi kepada pelaku pasar.

“Misalnya, dikasih waktu sebulan persiapan ke peraturan normal, sebab pelaku pasar juga butuh penyesuaian untuk strategi investasi. Misalnya, kalau dengan auto rejection simetris kan turunnya bisa 15 - 25 persen hingga 35 persen. Ini berbeda dengan saat ini hanya bisa turun 7 persen,” papar dia.

Untuk diketahui, setelah ditetapkan dalam kondisi pandemi Covid-19, OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas waktu perdagangan di Pasar Reguler dengan Sesi Jam Perdagangan (Senin s/d Jumat yakni Pra-pembukaan 08.45.00 s/d 08.55.00, Sesi I 09.00 sampai dengan pukul 11.30, Sesi II dimulai pukul 13.30 - 14.49.59, Pra-penutupan pukul 14.50 - 15.00, Pasca Penutupan pukul 15.05 - 15.15.

Sedangkan untuk Pasar Tunai, Sesi Jam Perdagangan (Senin s/d Jumat), dimulai pada Sesi I pukul 09.00 - 11.30. Kemudian, Pasar Negosiasi, Sesi Jam Perdagangan (Senin s/d Jumat), dimulai pada Sesi I pukul 09.00 - 11.30, Sesi II 13.30 - 15.15.

Waktu perdagangan sebagaimana disebutkan di atas berlaku sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.

Sementara itu, Persentase Auto Rejection berlaku asimetris dengan rincian sebagai berikut:

Rentang harga 50 - 200 dengan auto rejection atas 35 persen dan auto rejection bawah 7 persen

Kemudian, rentang harga lebih dari 200 - 5000 dengan auto rejection atas 25 persen dan auto rejection bawah 7 persen.

Selanjutnya, rentang harga lebih dari 5000 dengan auto rejection atas 20 persen dan auto rejection bawah 7 persen.

Di samping itu, BEI juga memberlakukan penghentian sementara perdagangan Bursa selama 30 menit jika IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turun 5 persen perdagangan.

Jika kembali turun hingga 10 persen, maka akan kembali dihentikan selama 30 menit.

Lalu, berlanjut turun 15 persen, perdagangan akan dihentikan hingga penutupan sesi perdagangan atau lebih setelah mendapatkan persetujuan OJK.