Wall Street Menguat Dipicu Positifnya Data Ritel AS

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Selasa (17/5/2022) dipicu positifnya data ritel Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 431,17 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 32.654,59. Indeks S&P 500 melonjak 80,84 poin, atau sekitar 2,02 persen, menjadi 4.088,85. Indeks komposit Nasdaq melambung 321,73 poin, atau sekitar 2,76 persen, menjadi 11.984,52.

Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan ritel AS meningkat 0,9 persen pada April seiring pembelian kendaraan bermotor yang dilakukan konsumen dan membaiknya bisnis restoran.

Sebanyak 10 dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori positif, dengan indeks finansial, material, kebutuhan konsumen, dan teknologi melonjak sekitar 2 persen.

Saham Microsoft, Apple, Tesla, dan Amazon menguat antara 2 persen sampai 5,1 persen. Saham Citigroup melambung 8 persen setelah Berkshire Hathaway dikabarkan menanamkan investasi sebesar US$3 miliar di bank tersebut.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2022 naik 0,3 persen menjadi US$1.818,9 per ons. Indeks dolar AS turun 0,83 persen menjadi 103,34.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa melonjak 1,2 persen, dipicu peningkatan saham sektor pertambangan, perbankan, dan industri.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 53,55 poin, atau sekitar 0,72 persen, menjadi 7.518,35. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 221,56 poin, atau sekitar 1,59 persen, menjadi 14.185,94.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 122 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 8.475,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 82,42 poin, atau sekitar 1,30 persen, menjadi 6.430,19.

Nilai tukar poundsterling menguat 1,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2459 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1834 euro per pound.